LINGKARPENA.ID | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sagaranten sejak Kamis (4/12/2025) pagi hingga malam hari menyebabkan Jembatan Cipicung di Desa Cibitung mengalami kerusakan serius. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Kampung Pamoyanan dan Kampung Cikadu tersebut terdampak longsor hingga sepanjang 10 meter.
Kepala Desa Cibitung, H. Irvan Sanusi, membenarkan bahwa bagian sayap jembatan ambruk pada Jumat (5/12/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh kepala dusun setelah melihat kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi.
“Benar terjadi longsor yang menyebabkan sayap Jembatan Cipicung runtuh. Kami bersama warga melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan memasang bambu agar akses sementara tetap bisa dilewati,” jelas Irvan.
Sebelum ambrol, Kepala Dusun Cikadu, Muhyandi, menyebutkan bahwa warga sempat melaporkan adanya retakan pada konstruksi jembatan sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah dicek, retakan tersebut mencapai 8 meter. Beberapa jam kemudian, bagian sayap jembatan akhirnya anjlok dengan ukuran kerusakan mencapai panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter.
“Keretakan awalnya sekitar 8 meter, lalu dini hari sayap jembatan runtuh seluruhnya,” ujar Muhyandi.
Sementara itu, Kasi Tantrib Kecamatan Sagaranten, Idar Darotama, menegaskan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pimpinan dan BPBD Kabupaten Sukabumi. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa perbaikan darurat memerlukan sekitar 100 bronjong agar struktur jembatan kembali stabil dan bisa dilintasi kendaraan.
“Untuk pemulihan awal dibutuhkan sekitar 100 bronjong agar jembatan bisa dilalui kembali,” kata Idar.
Kerusakan ini membuat akses mobilitas warga di dua kampung tersebut sangat terganggu. Pemerintah desa dan kecamatan berharap bantuan penanganan cepat segera diturunkan, mengingat pentingnya jembatan tersebut bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.






