LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja organisasi dengan fokus pada peningkatan manajerial, optimalisasi anggaran, dan profesionalisme penyedia jasa konstruksi.
Uus mengaku telah memiliki pengalaman panjang di birokrasi sebelum kembali dipercaya memimpin Dinas PU.
“Saya pernah menjabat di Dinas Perhubungan selama 11 tahun. Setelah itu saya dipercaya memimpin DPPKB, lalu mendapatkan amanah untuk memimpin Dinas PU,” ujar Uus, Selasa, ( 14/10/2025 ).
Menurutnya, setiap penugasan merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perangkat daerah yang harus siap melaksanakan program sesuai dokumen perencanaan.
“Kalau bicara siap, saya harus siap karena saya perangkat bupati, perangkat daerah yang harus melaksanakan tugas dan mengimplementasikan program di Dinas PU,” tegasnya.
Uus mengakui, meski ada perbedaan fokus kerja antara instansi sebelumnya dengan Dinas PU, dirinya berkomitmen untuk beradaptasi dan bekerja keras menutup kekurangan. “Saya menyadari tugasnya berbeda, tapi ketika saya menyatakan sanggup, maka konsekuensinya saya harus bekerja keras dan mengoptimalkan bidang manajerial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Uus menyoroti tantangan besar terkait kesenjangan antara kebutuhan infrastruktur dan kondisi fiskal daerah.
“Terjadi gap antara kebutuhan peningkatan infrastruktur dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat menjadi kunci agar pembangunan bisa terus beranjak,” jelasnya.
Ia menyebut salah satu peluang pendanaan yang akan dikejar adalah melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) serta optimalisasi PAD dan pengajuan usulan ke provinsi. “Kita akan mengoptimalkan PAD dan mengajukan usulan melalui mekanisme bankeu provinsi. Dalam waktu dekat juga ada komunikasi dengan PUPR,” katanya.
Terkait pemerataan pembangunan, Uus menekankan pentingnya kajian prioritas dalam menentukan arah pembangunan infrastruktur. “Kita harus tahu struktur anggaran dan membuat kajian skala prioritas. Saat anggaran terbatas, maka intervensi dilakukan berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak,” ujarnya.
Uus menambahkan, salah satu fokus prioritas Dinas PU ke depan adalah mendukung sektor pariwisata. “Salah satu prioritas kita adalah menunjang target kinerja daerah di bidang pariwisata, khususnya dengan meningkatkan aksesibilitas menuju lokasi wisata,” jelasnya.
Selain itu, Uus juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme penyedia jasa konstruksi. Ia menyebut, pihaknya telah memberikan instruksi kepada Bidang Jasa Konstruksi agar meningkatkan kapasitas para penyedia jasa.
“Saya sudah briefing bidang jasa konstruksi agar mampu meningkatkan kapasitas penyedia supaya lebih profesional. Bagi penyedia yang tidak profesional bisa direkomendasikan untuk dikenai sanksi, bahkan sampai masuk daftar blacklist,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, Uus berharap Dinas PU dapat bekerja lebih efektif dan profesional dalam menjalankan program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi.






