LINGKARPENA.ID | Pesona wisata Sukabumi Selatan kembali mencuri perhatian. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengaku terpukau dengan keindahan alam Pantai Karanggantungan, sebuah objek wisata di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, yang kerap disebut masyarakat sebagai “Tanah Lot”-nya Kabupaten Sukabumi.
Kekaguman itu diungkapkan Ali Iskandar saat melakukan kunjungan langsung ke Karanggantungan beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut awalnya tidak direncanakan. Ali mengungkapkan bahwa dirinya semula berniat menuju Pantai Pangumbahan untuk menyaksikan pelepasan tukik, namun keterbatasan waktu membuat rencana itu berubah.
“Alhamdulillah sahabat pariwisata dimanapun berada, saya Ali Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Hari ini nekat. Rencana mau ke Pangumbahan untuk melihat pelepasan tukik, namun sepertinya tidak terkejar,” ujar Ali Iskandar.
Dalam perjalanannya, Ali mendapatkan informasi mengenai banyaknya potensi pantai di wilayah Surade. Salah satunya adalah Pantai Karanggantungan yang berada di pesisir selatan Sukabumi. Kawasan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan sejumlah spot wisata alam lain yang tak kalah menawan.
“Kemudian kita dapat informasi bahwa ada banyak pantai di sekitaran Surade. Salah satunya Pantai Karanggantungan di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade ” jelasnya.
Menurut Ali, Karanggantungan memiliki keunikan tersendiri dibanding pantai-pantai lainnya. Formasi batu karang yang menjorok ke laut, dipadu dengan deburan ombak Samudera Hindia, menghadirkan panorama eksotis yang mengingatkan pada ikon wisata Tanah Lot di Bali. Inilah yang membuat Karanggantungan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.
Namun demikian, Ali tidak menampik bahwa akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai membuat perjalanan menuju Karanggantungan memerlukan perjuangan ekstra.
“Memang aksesnya masih belum sempurna. Jalannya masih berupa jalan batu. Dari jalan nasional Surade–Ujunggenteng sekitar satu kilometer, setelah itu kendaraan harus berhenti dan dilanjutkan menggunakan ojek,” tuturnya.
Ali bahkan menyempatkan diri berinteraksi dengan para pengojek lokal yang menjadi satu-satunya moda transportasi menuju lokasi pantai.
“Ini sahabat kita, ojek kita. Halo kawan, sehat kan? Mantap, luar biasa,” ucapnya dengan penuh keakraban.
Meski perjalanan cukup melelahkan, Ali menegaskan bahwa seluruh rasa lelah tersebut akan terbayarkan begitu pengunjung tiba di lokasi pantai dan menyaksikan langsung keindahan Karanggantungan.
“Memang penuh perjuangan, tapi kami pastikan setelah melihat pantainya, kelelahan itu akan terbayarkan dengan keindahan yang luar biasa. Ini semua adalah anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ali Iskandar menekankan pentingnya menjadikan kunjungan wisata sebagai sarana refleksi dan rasa syukur. Menurutnya, kekayaan alam Sukabumi Selatan bukan hanya aset pariwisata, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama.
“Hari ini kita tadabur, tafakur, dan kita akhiri dengan tasyakur. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita untuk terus melakukan eksplorasi, dengan tetap menjaga kualitas dan memastikan alam ini tetap terjaga,” katanya.
Ia berharap, dengan pengelolaan yang tepat dan peningkatan akses secara bertahap, objek-objek wisata di Sukabumi Selatan, khususnya Karanggantungan dan sekitarnya, dapat semakin dikenal luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam.
“Mudah-mudahan kita semua selalu sehat, dan pariwisata Kabupaten Sukabumi bisa semakin diberdayakan,” pungkas Ali Iskandar.
Dengan potensi alam yang masih alami, panorama yang memukau, serta kekayaan spot wisata yang saling terhubung, Sukabumi Selatan kian mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Barat yang patut diperhitungkan di tingkat nasional.






