Kasus Cacar Monyet di Sukabumi, Kabid Dinkes Nyatakan ‘Zero’

Kepala Bidang Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi, saat memberikan pernyataan soal penyakit cacar monyet di Kabupaten Sukabumi hingga saat ini masih aman.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menyatakan bahwa kasus wabah penyakit cacar monyet saat ini sedang merebak di luar negeri. Namun ia menjelaskan untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi, hingga saat ini ‘zero’ atau tidak ada.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi. Menurut Masykur, berdasarkan laporan dari petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, hingga saat ini belum ada laporan satu pun warga yang positif maupun susfek terjangkit cacar monyet.

Baca juga:  Longsor di Ciambar Sukabumi Menelan 1 Korban Jiwa

“Iya penyebaran cacar monyet di Kabupaten Sukabumi alhamdulillah masih aman semoga saja tidak ada. Ya memang di Kabupaten Sukabumi penyakit cacar monyet ini tidak ada,” kata H. Masykur Alawi kepada wartawan Kamis (28/07/2022).

Walaupun begitu sambung dia, Dinkes Kabupaten Sukabumi terus berupaya untuk melalukan antisipasi mengenai hal-hal yang berpotensi akan terjangkitnya penyakit apapun. Salah satunya cacar monyet. Diantaranya, dengan meningkatkan imunitas melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) makan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup, gemar berolahraga serta kelola stres,

Baca juga:  Ini Sambutan Terakhir Asep Japar di Hari Bakti PU ke 78

“Jadi penyebab penyakit itu, termasuk cacar monyet dan lainnya itu adalah ke micro organisme. Jadi, baik itu virus dan bakteri maupun yang lainnya, semua itu bisa kalah oleh daya tahan tubuh kita yang kuat,” jelasnya.

Menurutnya, cacar monyet ini merupakan inveksi virus yang disebkan oleh virus langka. Kenapa bisa disebut dengan penyakit cacar monyet, karena penyakit tersebut awal mula munculnya dari hewan atau monyet.

“Jadi virus itu, penularannya dari monyet ke manusia. Sementara, untuk nama virusnya di sebut virus zonosis,” ungkapnya.

Baca juga:  Butuh Air, Pemdes Sirnaresmi Minta Distan Bangun Irigasi

Masih kata Masykur penyakit cacar monyet itu gejalanya hampir sama dengan cacar air. Seperti ada ruam pada kulit yang melepuh, demam, nyerti otot, nyeri punggung, pusing kepala. Namun, bedanya cacar monyet tersebut, terdapat pembekakan kelenjar getah bening pada bagian ketiak.

“Jadi, untuk pencegahannya ini selain PHBS itu, khusus cacar monyet harus menjaga diri dari orang yang tertular penyakit cacar monyet, karena itu menular, jangan mengkonsumsi hewan liar yang tidak dimasak dengan baik, menghindari kontak langsung dengan kandang hewan yang dicurigai sakit,” pungkasnya.*

Pos terkait