LINGKARPENA.ID | Rangkaian peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke-77 Kemenkumham digelar (28/07/22). Kali ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Warungkiara bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Sukabumi mengadakan donor darah yang dilaksanakan di Gazebo Lapas Kelas IIB Warungkiara.
Donor darah tersebut diikuti oleh 20 orang pegawai dengan rincian sebanyak 14 orang lolos skrining dan 6 orang tidak bisa melanjutkan donor darah karena alasan kesehatan.
“Skrining kesehatan sangat penting dilakukan guna memastikan bahwa yang bersangkutan aman dan diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan donor darah tersebut,” ujar Kalapas Warungkiara Ahmad Tohari kepada wartawan.
Lebih lanjut, Kalapas Kelas IIB Warungkiara Ahmad Tohari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pegawai di Lingkungan Lapas Kelas IIB Warungkiara yang telah antusias mengikuti kegiatan donor darah ini.
“Ini suatu kehormatan untuk kita semua karena kita semua diberikan kesempatan menjadi seseorang yang masih bisa memberikan manfaat untuk orang lain melalui kegiatan donor darah. Tentunya ini merupakan sebuah berkah yang harus kita syukuri betul-betul karena kita tidak berada diposisi orang yang akan menerima darah,” terang Kalapas.
Dalam peringatan Hari Dharma Karya Dhika yang ke-77 ia mengajak perbanyak kegiatan yang positif dan manfaat kepada masyarakat luas. Menurutnya bahwa donor darah merupakan memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Tak hanya bagi si pendonor saja namun juga manfaatnya dapat diterima oleh orang lain yang membutuhkan.
Selain donor darah, dalam rangkaian peringatan Hari Dharma Karyadhika ke-77 ini, Lapas Kelas IIB Warungkiara juga melaksanakan test urine yang bekerja sama dengan BNN Kabupaten Sukabumi. Ada sejumlah 73 orang pegawai lapas mengikuti test urine yang bertempat di gedung 1 Lapas Kelas IIB Warungkiara.
“Test urine berjalan dengan lancar dan tertib tanpa satu hambatan apapun. Dengan dilaksanakannya tes urine kepada pegawai Lapas Kelas IIB Warungkiara ini sebagai langkah upaya preventif untuk menghindari penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.
Lanjut Tohari, “Test urine sebagai langkah pencegahan terhadap petugas Lapas, supaya terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Sebab mereka adalah aparat yang membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Jadi untuk seluruh Pegawai UPT harus bersih dan bebas dari narkoba,” tandas Ahmad Tohari.**






