Kawasan Garam dan Produksi Perikanan Sukabumi Jadi Program Kerja Pertama Kadiskan Depinitif

LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi diperlukan untuk mendorong peningkatan produksi perikanan, budidaya, hingga rencana prioritas pengembangan Garam Sukabumi.

Hal tersebut ia disampaikannya usai pelaksanaan pelantikan pejabat eselon IIb oleh Bupati Sukabumi di Gedung Pendopo Sukabumi, Jalan A Yani, Kota Sukabumi, pada Jumat, 12 Desember 2025.

Moko menyampaikan rasa syukurnya atas amanah baru yang diberikan. Namun, dirinya juga mengakui bahwa tugas tersebut merupakan tantangan yang harus dijalankan bersama banyak pihak.

“Amanah ini mudah-mudahan membawa berkah. Tapi di sisi lain, ini juga ujian. Saya tidak bisa melanjutkan pembangunan sektor ini tanpa bantuan dari semua pihak terkait,” ujar Moko, kepada wartawan.

Baca juga:  Hadiri Rakoor Petambak Udang, Diskan Kabupaten Sukabumi Bakal Inventalisir Lahan HGU di Pesisir

Lanjut ia menjelaskan, bahwa pentingnya kolaborasi dengan jajaran internal, mitra sektor kelautan, hingga penggiat media sosial. Hal itu pastinya menjadi keharusan dalam memperkuat program-program strategis dinas.

“Kita harus banyak bersinergi, termasuk dengan para pengelola media sosial. Tentunya semua saling mendukung,” katanya.

Moko juga mengatakan, fokus utama Dinas Perikanan adalah peningkatan produksi. Ia menegaskan tidak boleh ada kelangkaan produk perikanan di Sukabumi. Produksi perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan harus terus diperkuat.

Baca juga:  Capai Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2024. Diskan Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan

“Yang menjadi sorotan adalah sektor garam yang hingga kini belum tergarap maksimal. Kita punya garis pantai 117 kilometer, tapi belum punya produksi garam yang signifikan. Karena itu, kita siapkan program Garam Pantai Selatan,” jelasnya.

Tahapan pengembangan Garam Pantai bSelatan meliputi perumusan tim melalui penetapan Bupati, penetapan kawasan garam, pembangunan lokasi percontohan, penguatan SDM dan kelembagaan, hingga distribusi dan kemasan produk. Ia memastikan proyek ini tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran. Insyaallah 2026 tetap meluncur,” tegasnya.

Baca juga:  Kementerian PUPR Rehabilitasi 14 Madrasah di NTB

Selain itu, Dinas Perikanan juga mengusulkan empat titik Kampung Nelayan yang akan menjadi kawasan penguatan ekonomi pesisir. Lokasinya berada di Cipendeuy, Ujung Genteng, Cikahuripan dan Pasir Baru  Cisolok.

Tidak hanya itu, satu Kampung Budidaya juga diusulkan di wilayah Caringin, sebagai langkah memperkuat sentra produksi berbasis perikanan budidaya.

“Semua program ini butuh dukungan penuh. Kolaborasi menjadi kunci agar sektor perikanan Sukabumi semakin maju dan Mubarokah,” tutupnya.

Pos terkait