LINGKARPENA.ID – Balai Melati di bawah Kementerian Sosial langsung menjemput anak korban kekerasan yang dicabuti kuku kakinya di Tegalbuleud Sukabumi guna mendapatkan penanganan khusus di Jakarta.
Kementrian Sosial melalui Balai Melati dan Balai Palamarta jemput korban kekerasan anak yang dicabut kuku kakinya untuk ditangani di Jakarta. Disaksikan oleh Anggota Komisi I DPRD Paoji Nurjaman, Camat Tegalbuleud dan TKSK. Korban di jemput langsung oleh Kepala Balai Melati Jakarta Romal Uli Jaya Sinaga, (Pol) beserta jajaran untuk mendapatkan penanganan lebih intensif lagi.
Dikatakan Romal Uli Jaya Sinaga, menurut Kepala Balai Melati Jakarta itu dirinya berterimakasih atas kerjasama semua pihak diantaranya kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Camat Tegalbuleud, TKSK Tegalbuleud serta warga masyarakat yang mendukung dan konsen atas keberangkatan korban kekerasan anak untuk mendapatkan penanganan secara intensif di Balai Melati Jakarta Kementerian Sosial.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semuanya atas kerjasama baik ini. Keberangkatan korban kekerasan anak ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan secara intensif di Balai nanti,” kata Romal.
Balai melati sendiri merupakan balai rehabilitasi sosial penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kepala Balai Melati Romal mengungkapkan bahwa korban di bawa ke Balai Melati guna penanganan, perlindungan dan rehabilitasi agar lebih termotivasi menjalani kehidupannya.
“Ya korban ini di bawa ke Balai Melati guna mendapatkan penanganan, perlindungan dan rehabilitasi agar lebih termotivasi menjalani kehidupannya,” ungkapnya.
Dijelaskan Romal, balai nanti akan melakukan asesmen koperhensif hingga korban dapat memiliki masa depan yang tidak terputus bagi anak ini. Ia masih memiliki mimpi dan masa depannya. Pihak balai pula berupaya semaksimal mungkin memberikan perlindungan terbaik kepada korban.
“Di balai nanti akan dilakukan asesmen koperhensif hingga korban dapat memiliki masa depan yang tidak terputus, masih memiliki mimpi masa depannya yang baik,” tuturnya.
Ditambahkannya bahwa korban sangat sayang dengan kakek korban sehingga pihak balai pula membawa kakek korban untuk menemani korban selama mendapatkan penanganan di balai.
Reporter: Aris Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin






