Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi Dampingi Bupati Resmikan Jembatan Gantung Leuwi Reuming

LINGKARPENA.ID | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, MT, mendampingi Bupati Sukabumi H. Asep Japar pada acara peresmian Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang berlokasi di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Senin (26/01/2026).

 

Jembatan gantung dengan panjang sekitar 70 meter tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi dan rampung dikerjakan dalam waktu 120 hari. Keberadaan jembatan ini menjadi akses penghubung sekaligus jalur alternatif yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

 

Baca juga:  Puncak HUT LSM Dampal Jurig, Lestari Alam Tanam 500 Pohon di Kaki Gunung Gede

Jembatan Leuwi Reuming merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder dengan Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud. Sebelumnya, jembatan ini dibangun pada tahun 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), namun mengalami kerusakan akibat bencana alam pada akhir tahun 2024.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.

 

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan para pengguna jalan untuk bersama-sama merawat dan memelihara fasilitas ini. Semoga jembatan ini bisa digunakan dalam waktu yang lama dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Camat Tegalbuleud Berikan Bantuan Kepada Dua Warga yang Rumahnya Ambruk

 

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi Toha Wildan Athoilah kepada Lingkarpena.id menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

 

“Pembangunan Jembatan Gantung ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Menghubungkan dua desa saja sudah memberikan banyak intervensi, mulai dari aspek ekonomi, konektivitas, hingga sektor aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, ke depan pemeliharaan jembatan harus menjadi perhatian bersama lintas wilayah.

Baca juga:  JUNA Bersama Akademi Dakwah Al-Bukhari Kecamatan Ciemas

 

“Ke depan, pemeliharaannya harus lebih ditingkatkan. Saat ini masih ada beberapa fitur yang perlu dilakukan perbaikan. Saya pikir ini harus direncanakan dengan baik, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten, sehingga dapat diperbaiki di tahun berikutnya,” jelasnya.

 

Menurut Toha, akses pergerakan orang dan distribusi barang melalui jembatan tersebut melibatkan dua kecamatan, sehingga menjadi prioritas penting dalam pembangunan infrastruktur daerah.

 

“Akses orang dan barang ini melibatkan dua kecamatan. Maka ini menjadi salah satu prioritas utama untuk terus ditingkatkan,” pungkasnya.(adv).

Pos terkait