LINGKARPENA.ID| Kekayaan potensi wilayah Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari Gunung, Laut, Rimba, Pantai dan Sungai (Gurilaps) seharusnya berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi rakyat, namun nyatanya hal tersebut masih jauh dari kata maksimal, sebab tingkat perekonomian masyarakat masih belum menunjukan perubahan yang signifikan.
Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni. Menurutnya, kekayaan alam dengan produktfitas yang tinggi tersebut, belum dapat menjadi nilai tambah untuk mentransformasikan ekonomi kerakyatan meningkat pesat.
“Belum ada nilai tambah atas bahan baku yang diproduksi di Kabupaten Sukabumi, Menyadari kondisi ini, kami berinovasi dengan mengkolaborasikan berbagai pihak, untuk transformasi kerakyatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
“Yang terpenting adalah terjadinya link and macth. Dimana Sumber Daya Alam (SDA) sebagai bahan baku industri yang dibutuhkan pelaku UMKM atau IKM, dapat disuplay dari produsen lokal, dari sektor primer meliputi pertanian, peternakan, kelautan dan periksanan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” imbuhya.
Dani berharap agar nilai tambah SDA lokal, semakin berkembang pesat, sehingga UMKM/IKM dapat juga memiliki daya saing kuat, dapat memperluas pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau Industri Kecil Mengah (IKM), serta juga dapat menetapkan arah kebijakan pembinaan UMKM/IKM bagi pemerintah, agar dapat membawa kearah yang lebih baik.






