LINGKARPENA.ID | Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara turut menghadiri kegiatan Rembug Stunting secara hybrid. Acara tersebut berlangsung di Aula Pendopo Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu, (09/08/2023).
Yuhda turut mengapresiasi langkah pemerintah yang mengajak semual element untuk secara bersama-sama berperan aktif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.
“Iya, kegiatan ini merupakan rembug yang sangat strategis tentunya yang dihadiri oleh Stakeholder dan DPRD pun ikut serta menghadirinya,” kata Yudha kepada Lingkarpena.id seuusai acara.
Lanjut dia, ini merupakan salah satu permasalahan bersama bahwa Stunting angka Stunting di Kabupaten Sukabumi masih diatas rata-rata yakni sekitar 27 persen dengan harapan 14 persen ini yang harus segera dikerjakan oleh semua tidak hanya pemerintah, DPRD, OPD yang berkaitannya dengan dunia kesehatan.
“Hal ini sebuah citra, asupan gizi untuk batita tidak boleh gizi buruk tetapi harus gizinya harus baik, apalagi Kabupaten Sukabumi ini pendidikannya capai lebih dari 2 juta jiwa sangat luas wilayahnya maka perlu untuk ada penanganan khusus,” ungkapnya.
Yudha berharap dengan bekerja secara bersama-sama dengan semangat dan energi bersama dapat menurunkan angka Stunting di Kabupaten Sukabumi serta Pak Bupati bilang di tahun 2024 perlunya ada tambahan anggaran untuk mengatasi Stunting.
“DPRD bersama pemerintah akan bersama-sama untuk menciptakan atau menempatkan anggaran untuk bisa hadir dalam rangka menekan peningkatan Stunting seperti yang diharapkan diangka 14 persen,” bebernya.
“Dari awal DPRD Kabupaten Sukabumi sudah sepakat menjadi bapak dan ibu angkat anak yang Stunting yang tersebar di 47 Kecamatan. Ya dalam setiap daerah pemilihan (dapil) kan, selain DPRD tentu ada pihak lain seperti si dunia usaha, lini-lini komunitas, masyarakat yang mampu untuk bisa menjadi bapak-ibu asuh anak terindikasi Stunting,” pungkas Yudha.






