LINGKARPENA.ID | Pada Rabu, 4 Maret 2026, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, SH, mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral tingkat menteri secara virtual dalam rangka persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah strategis menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Rakor operasional itu dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan diikuti jajaran Polri, TNI, relawan, serta sejumlah kepala perangkat daerah, termasuk unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan meliputi berbagai objek vital, seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga destinasi wisata. Selain itu, operasi ini juga diarahkan untuk menjamin keamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
Usai mengikuti rakor di Mapolres Sukabumi, Hamzah Gurnita yang merupakan politisi muda dari Fraksi PKB menegaskan bahwa Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Di antaranya penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan serta rekayasa lalu lintas, hingga penerapan sistem one way dan contra flow.
Menurutnya, pengamanan arus mudik dan arus balik tahun ini harus dimaksimalkan mengingat potensi mobilisasi masyarakat diperkirakan meningkat signifikan, terutama menuju kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi.
“Saya menilai pengamanan harus benar-benar dioptimalkan. Potensi lonjakan pergerakan masyarakat selama libur Lebaran cukup tinggi, khususnya di kantong-kantong objek wisata,” tegasnya.
Hamzah juga mengingatkan perlunya antisipasi terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi. Ia menekankan pentingnya pengaturan pintu masuk dan keluar kawasan wisata guna mencegah penumpukan kendaraan.
“Pengelolaan arus kendaraan di kawasan wisata harus diatur secara sistematis. Jika diperlukan, siapkan kantong parkir tambahan agar tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergi seluruh unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergitas seluruh elemen menjadi faktor utama agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya. (adv).






