Kuota Solar Kurang, Antrean Kendaraan di Selatan Sukabumi Mengular

FOTO: Antrean kendaraan mengular menunggu pintu masuk SPBU Cimaja Surade Sukabumi.| Dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Kurangnya pasokan BBM jenis solar ke wilayah Pajampangan, memicu antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Kondisi tersebut terjadi di SPBU Cimaja, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/11/2024).

“Ini karena berbenturan dengan musim tanam. Banyak petani yang menggunakan solar untuk kebutuhan traktornya,” ujar Satpam SPBU Cimaja.

Dindin (48) salah seorang pengemudi angkutan yang mengaku mengantri sejak pukul 5.30 WIB mengungkapkan, untuk mendapatkan solar ia harus berangkat dari rumah sejak pagi buta.

Baca juga:  PWI Larang 20.000 Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

“Untuk mendapatkan solar saya harus keluar rumah sejak subuh. Kalau ga begitu wah alamat ga kebagian,” tutur Dindin, kepada Lingkar Pena Jumat (29/11) di lokasi SPBU.

Kurangnya pasokan BBM jenis solar di wilayah Selatan Sukabumi, khususnya di Kecamatan Jampangkulon, Surade dan Ciracap, sudah berlangsung sepekan.

Sehingga membuat antrean kendaraan dipintu masuk SPBU hingga jalan Raya mengular sampai ratusan meter. Dan hal itu menjadi pemandangan setiap hari.

Baca juga:  Milenial Kota Sukabumi Deklarasi Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

“Di SPBU kami manajemennya baru, jadi belum tahu kondisi wilayah. Untuk hari ini kami tidak menerima kiriman. Dua hari lalu solar di kami ada itu pun hanya beberapa jam habis terjual,” ujar Suhana, satpam SPBU Cirangkong, Kecamatan Surade.

Sodin (53) warga Desa Buniwangi mengeluh karena ia membatalkan untuk membajak sawahnya lantaran tidak mendapatkan solar untuk traktornya.

Baca juga:  Miris! Anak Cerdas di Sukabumi Tak Ada Biaya Harus Putus Sekolah

“Hari ini mestinya saya turun ke sawah, tapi diundur karena tak dapat solar untuk traktor,” pungkasnya.

Pos terkait