Libur Akhir Tahun di Pajampangan Ramai Wisatawan, Bekas Longsor Setahun Tak Tersentuh, Jadi Sorotan

Bekas longsor pada Desember 2024 di Kampung Cikarang, Desa Sukamukti, Waluran Sukabumi.| foto: konten pengguna medsos warga Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Menjelang libur akhir tahun, sejumlah objek wisata di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi atau kawasan Pajampangan mulai kembali dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Destinasi favorit seperti Kawasan Geopark Ciletuh yang terkenal dengan keindahan air terjun dan panorama alamnya, hingga kawasan wisata Ujunggenteng dengan pesona pantai dan konservasi penyu, kembali menjadi tujuan utama pelancong.

 

Meski demikian, peningkatan jumlah wisatawan belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang diharapkan. Namun kondisi pariwisata tahun ini dinilai lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut diakui Kepala UPTD Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan, Ade, yang menyebut bahwa tingkat kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun 2025 ini mengalami perbaikan dibandingkan 2024.

 

“Alhamdulillah, meskipun saat ini jumlah pengunjung belum ada kenaikan yang signifikan, namun jika dibandingkan dengan tahun 2024 kondisinya masih lebih bagus sekarang,” ujar Ade kepada lingkarpena.id, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga:  Mulut Berbusa: Wanita Bertato Meninggal dan Gegerkan Warga Kebonpendes Sukabumi

 

Pantauan di lapangan pada Minggu (28/12/2025) menunjukkan sejumlah objek wisata mulai ramai pengunjung, terutama Pantai Minajaya dan Pantai Cibuaya. Kendaraan wisatawan tampak keluar-masuk kawasan tersebut, baik roda dua maupun roda empat, menandakan geliat pariwisata selatan Sukabumi mulai terasa di akhir tahun ini.

 

Namun di balik mulai ramainya kunjungan wisatawan, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi catatan serius. Sejumlah titik bekas longsoran di jalur menuju Pajampangan hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi ini membuat wisatawan diminta untuk ekstra hati-hati saat melintas, terutama di jalan provinsi ruas Kiaradua–Jampangkulon.

 

Salah satu titik rawan berada di Kampung Cikarang, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran. Di lokasi tersebut, bekas longsor yang terjadi pada Desember 2024 lalu masih terlihat jelas dan belum mendapat penanganan permanen. Hingga kini, arus lalu lintas di titik tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup guna menghindari kemacetan dan potensi kecelakaan.

Baca juga:  SMSI Cirebon Sambut Positif Atensi Pj Walikota soal Kerjasama dengan Media Online

 

“Kalau melintas ke wilayah Pajampangan memang harus ekstra hati-hati. Jalannya sempit, ditambah ada bekas longsor yang belum diperbaiki. Kami masih memberlakukan buka-tutup agar kendaraan bisa lewat dengan aman,” ujar seorang warga di lapangan.

 

Kondisi ini juga dirasakan langsung oleh wisatawan luar daerah. Rina (34), wisatawan asal Jakarta yang berlibur bersama keluarganya ke Ujunggenteng, mengaku cukup khawatir saat melintasi jalur tersebut.

 

“Pemandangannya memang indah, tapi jujur saja jalannya cukup bikin deg-degan. Ada beberapa titik longsoran yang kelihatan sudah lama dan belum diperbaiki. Mudah-mudahan ke depan bisa segera ditangani, supaya wisatawan lebih nyaman dan aman,” ungkap Rina.

Baca juga:  Dessy Susilawati, Anggota Komisi V DPRD Jabar Buka Suara soal Kontroversi Ponpes Al-Zaytun Indramayu

 

Hal senada disampaikan wisatawan lainnya asal Bandung yang berharap pemerintah segera memperbaiki titik-titik rawan longsor tersebut. Menurutnya, akses jalan yang aman menjadi faktor penting untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Pajampangan.

 

Dengan mulai meningkatnya aktivitas wisata di libur akhir tahun ini, keberadaan bekas longsoran yang tak kunjung diperbaiki menjadi sorotan serius. Selain berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat menghambat geliat pariwisata di wilayah selatan Sukabumi yang selama ini dikenal memiliki potensi alam luar biasa. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar keamanan dan kenyamanan wisatawan dapat terjamin.

Pos terkait