LINGKARPENA.ID | Bencana Hidrometeorologi yang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Sukabumi pada Kamis ( 6/3/2025 ) berdampak pada pasokan arus listrik ke wilayah Pajampangan. Selama tiga hari sejak Kamis ( 6/3 ) hingga Minggu ( 9/3 ), wilayah Pajampangan gelap gulita.
Terdampaknya infastruktur dibeberapa titik bencana tak menyurutkan semangat PLN untuk melakukan pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak. Meskipun demikian sedikitnya 279 petugas PLN tetap fokus bekerja siang malam untuk memulihkan pasokan listrik.
Kondisi medan yang sulit ditembus karena terdampak bencana, para tenaga profesional PLN terus berusaha dengan beragam cara demi pemulihan jaringan listrik tetap berjalan. Bahkan mereka harus membawa material listrik secara manual dengan cara dipikul.
Ditengah guyuran hujan dan cuaca ekstrim berpotensi terjadi bencana susulan, para tenaga PLN dilapangan terus berjibaku untuk memperbaiki supply listrik ke wilayah terdampak bisa normal kembali.
Ditegaskan Agung Murdifi, General Manager PLN UID Jawa Barat, PLN terus berusaha dengan beragam cara agar supply listrik ke wilayah terdampak bisa normal kembali.
“Dengan mengerahkan seluruh sumber daya, kami terus melakukan perbaikan infrastruktur kelistrikan yang terdampak. Mobilisasi material pengganti juga terus kami lakukan meskipun harus mencari jalur alternatif dengan medan yang berat. Bahkan, kami harus menggunakan peralatan manual di beberapa titik perbaikan,” ujar Agung kepada awak media.
Untuk mengganti beberapa tiang listrik yang patah, sementara kendaraan pengangkut tiang tidak bisa melewati karena akses jalan termasuk jembatan Cidadap yang terdampak., sehingga tiang tersebut harus dibawa dengan cara dipanggul oleh puluhan petugas PLN.
Bang Yosef, warga Kecamatan Surade berterima kasih dan mengapresiasi kerja petugas PLN yang berjibaku demi pemulihan jaringan listrik kembali normal.
“Untuk situasi bencana selama tiga hari aliran listrik ke Pajampangan khususnya ke wilayah Jampangkulon dan sekitarnya bisa normal kembali ini suatu prestasi. Kerja cepat ini patut diapresiasi,” kata Bang Yosef.
Diketahui, untuk mendukung proses pemulihan itu PLN menerjunkan ratusan petugas dan empat unit eksavator serta alat pendukung lainnya.
PLN UID Jawa Barat terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI, dan warga setempat, hingga pada 9 Maret sekira pukul 13.00 WIB, dari total lebih dari 120 ribu pelanggan terdampak, lebih dari 30 ribu pelanggan telah kembali menikmati listrik.






