LINGKARPENA.ID | Pantai Cibuaya yang berada di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu destinasi yang belakangan ramai dikunjungi wisatawan. Pantai ini terletak satu hamparan dengan Pantai Ujunggenteng dan Pantai Pangumbahan, hanya saja secara administratif berbeda wilayah.
Jika Pantai Ujunggenteng masuk ke Desa Ujunggenteng, maka Pantai Cibuaya dan Pantai Pangumbahan berada di wilayah Desa Pangumbahan. Meski begitu, ketiganya seakan menyatu membentuk garis pantai panjang yang memanjakan mata, dengan ombak Samudera Hindia yang terus menggulung seolah menjadi musik alam yang tak pernah berhenti.
Pantai Cibuaya memiliki karakter yang khas. Hamparan pasirnya luas, anginnya sejuk, dan pemandangannya terbuka lepas tanpa banyak penghalang. Saat sore menjelang, langit perlahan berubah warna, dari biru terang menjadi jingga keemasan. Pemandangan itu menjadi suguhan yang membuat banyak orang betah berlama-lama, apalagi bagi mereka yang mencari suasana tenang untuk melepas penat.
Spot pemancingan di Pantai Cibuaya berada tak jauh dari deretan warung lesehan dan warung kopi. Ini menjadi kelebihan tersendiri. Para pemancing bisa menunggu umpan disambar ikan sambil menikmati secangkir kopi panas atau camilan ringan. Angin pantai yang membawa aroma laut berpadu dengan wangi kopi dari warung-warung sederhana, menciptakan suasana santai yang sulit ditemukan di tempat lain.
Di salah satu sudut pantai, terlihat beberapa pemancing berdiri berjajar di bibir pantai. Sebagian duduk santai di kursi lipat, sebagian lagi sibuk merapikan kail dan tali pancing. Gelombang yang sesekali besar tak menyurutkan semangat mereka. Sesekali terdengar suara tawa dan obrolan ringan, menambah hangat suasana sore.
Salah satu pengunjung, Yusu (48), warga asal Bogor, mengaku sengaja datang bersama tujuh orang rekannya hanya untuk menikmati panorama Pantai Cibuaya sekaligus memancing.
“Hari ini saya dan rekan sengaja datang ke sini, ya sambil liburan juga menyalurkan hobi. Saya sering datang ke sini, ya gara-garanya dulu saya pernah dapat ikan banyak di spot ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, Pantai Cibuaya bukan sekadar tempat memancing, melainkan sudah seperti destinasi langganan. Ia mengaku dalam tiga bulan sekali selalu menyempatkan diri datang.
“Kalau sudah penat kerja, rasanya pengen ke sini lagi. Di sini adem, luas, suasananya enak. Kalau mancing dapat ya syukur, kalau tidak pun tetap puas karena pantainya indah,” tambahnya.
Tak jarang, bagi yang sedang mujur, pemancing bisa mendapatkan berbagai jenis ikan. Beberapa warga menyebut ikan yang kerap didapat di kawasan tersebut antara lain ikan karang hingga ikan-ikan yang biasa berenang di perairan pantai selatan.
Sementara itu, seorang pengunjung lain, Dadan (35), wisatawan asal Sukabumi, mengatakan ngabuburit di Pantai Cibuaya terasa lebih berkesan dibandingkan menghabiskan waktu di pusat keramaian.
“Kalau ngabuburit di kota kan macet, ramai. Di sini mah beda, kita bisa lihat laut, dengar ombak, rasanya lebih tenang. Apalagi kalau sore, langitnya bagus banget,” ungkapnya.
Ia mengaku datang bersama keluarga hanya untuk menikmati suasana sore sambil menunggu waktu berbuka.
“Kami bawa bekal, anak-anak main pasir. Kalau waktunya berbuka tinggal cari warung kopi atau makanan ringan dulu. Pokoknya nyaman,” katanya.
Pantai Cibuaya juga dikenal cocok bagi para pecinta camping. Banyak pengunjung memilih mendirikan tenda di sekitar pantai, menikmati malam dengan suara ombak sebagai pengantar tidur. Saat pagi datang, mereka bisa menikmati matahari terbit yang muncul perlahan dari ufuk, disambut angin laut yang segar.
Bagi penghobi mancing, camping di Pantai Cibuaya menjadi kombinasi sempurna. Siang memancing, sore menikmati sunset, malam mengobrol di sekitar tenda, lalu kembali memancing di pagi hari.
Rina (27), wisatawan asal Bandung yang datang bersama teman-temannya, mengatakan Pantai Cibuaya memberikan pengalaman liburan yang berbeda.
“Kita ke sini awalnya cuma pengen lihat pantai, ternyata suasananya bagus banget. Kalau sore itu adem, pantainya luas, cocok buat foto-foto juga. Banyak orang mancing, jadi kelihatan hidup tapi tetap tidak terlalu ramai,” ujarnya.
Ia mengaku kaget karena di sekitar pantai sudah tersedia berbagai fasilitas pendukung, termasuk warung, tempat istirahat, hingga penginapan.
“Kirain pantai ini sepi banget, ternyata sudah banyak yang jualan dan ada homestay juga. Jadi kalau mau nginep gak bingung,” katanya.
Bagi wisatawan yang tidak hobi berkemah namun ingin menikmati suasana Pantai Cibuaya lebih lama, kini tersedia berbagai pilihan penginapan dan homestay. Mulai dari kelas menengah hingga yang lebih eksklusif atau high class. Ini membuat Pantai Cibuaya semakin menarik, bukan hanya untuk wisata harian, tetapi juga untuk liburan keluarga maupun rombongan.
Pantai Cibuaya seolah menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin menikmati sore dengan cara berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk kota, tidak ada suara klakson, hanya hamparan laut luas, angin pantai yang menyejukkan, dan siluet matahari yang perlahan tenggelam.
Di bulan suci Ramadhan, ngabuburit di Pantai Cibuaya bukan hanya soal menunggu waktu berbuka. Di tempat ini, ngabuburit menjadi momen menikmati hidup dengan lebih pelan—menyatu dengan alam, merasakan damainya pantai selatan, sambil menyalurkan hobi memancing atau sekadar duduk menikmati senja.
Dan bagi sebagian orang, Pantai Cibuaya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan tempat untuk kembali pulang pada ketenangan.






