Menyoal Banjir Lumpur Tutup Akses Jalan, Anggota DPRD Kota Sukabumi Buka Suara

Anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet, saat memberikan keterangan kepada awak media.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet, buka suara terkait akses Jalan Lamping, Kelurahan Gendong Panjang, Kecamatan Citamiang yang tertutup material lumpur tanah, beberapa hari lalu.

Henry menyebut, penyebab akses Jalan Lamping tertutup lumpur itu akibat dari saluran drainase yang tak berfungsi. Selain itu juga akibat intensitas curah hujan tinggi, sehingga tanah di atas Jalan Lamping itu terbawa air.

Baca juga:  Hari Perhubungan Nasional 2022 Tingkat Jabar, Diperingati di Lapang Merdeka Kota Sukabumi

“Hal utama itu sebenarnya karena saluran drainasenya yang mampet ya. Saya juga tidak memungkiri bahwa saya punya lahan di atas jalan ini, dan mungkin namanya air dari hujan itu pasti membawa juga tanah,” ujar Henry, kepada awak media, Selasa, (28/11/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya akan mencoba membersihkan saluran drainase yang tak berfungsi tersebut. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa. Terlebih kondisi cuaca saat ini memasuki musim hujan.

Baca juga:  Tim Penjinak Bom Polda Jabar Sterilisasi Sejumlah Gereja di Kota Sukabumi

“Mungkin penyebabnya juga banyak yang membuang puing-puing. Intinya sih kalau salurannya semua lancar, saya kira tidak akan terjadi genangan lumpur. Ya jadi kunci utamanya mungkin kita akan coba membuat saluran drainase,” ungkapnya.

Disinggung wartawan terkait soal urugan tanah dari perumahan, Henry tidak membantah lahan miliknya sempat menampung tanah urugan dari proyek salah satu perumahan. Namun, sudah lama aktivitas pengurugan tanah itu dihentikan. Bahkan, saat ini lahannya sudah lama ditutup.

Baca juga:  Viral Medsos, Mahasiswi Magang Diduga Dilecehkan Oknum Pegawai Honorer PN Sukabumi

“Ya memang ada beberapa perumahan pernah buang tanah ke saya, saya juga tidak menafikan kemungkinan air ada yang terbawa tanah, tapi itu bukan karena penyebab utama, karena bisa dilihat dilokasi ini ada saluran air tapi tak berfungsi karena tertutup,” pungkasnya.

Pos terkait