Mitra Grosir Muhammadiyah Sukabumi, Kolaborasi BUMN dan BUMM

FOTO: Launching Mitra Grosir Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Persyarikatan Muhammadiyah meresmikan MG Mu (Mitra Grosir Muhammadiyah) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

MG Mu merupakan hasil kolaborasi banyak pihak antara Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukabumi, PT. Mitra Bumdes Nusantara (MBN) – BUMN anak perusahaan Bulog dengan PT. Gramasurya, Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).

Peresmian MG Mu yang berlokasi di Muhammadiyah Boarding School (MBS), di Jalan Raya Karangtengah nomor 23, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi itu dilakukan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Kamis (13/6) kemarin.

Haedar Nashir dalam sambutannya berpesan agar pilar ekonomi sama kokohnya dengan pilar pendidikan dan kesehatan yang selama ini telah dikembangkan oleh Muhammadiyah.

Baca juga:  Pengusaha Sebut Bantuan Modal UMKM Butuh Intervensi Pemasaran

“Mitra Grosir Muhammadiyah ini, Harus jadi besar, gedungnya, persediaannya, jaringannya. Kalau setahun kemudian begini-begini saja, tutup saja,” kata Haedar.

Haedar membesarkan hati bahwa Muhammadiyah akan mampu membangun dan membesarkan pilar ekonomi itu karena memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal, hasil dari didikan perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Penting untuk menumbuhkembangkan jiwa entreupreuneur, ajarkan ke generasi-generasi muda Muhammadiyah untuk berpikir maju, tidak heureut, cupet, tanamkan bahwa berniaga atau berdagang itulah Islam. Tidak hanya bisa banyak pendapat, tapi juga bisa banyak pendapatan,” jelasnya.

Mitra Grosir Muhammadiyah (MG Mu) sendiri, kata Haedar menyediakan barang dagangan seperti sembako dan alat tulis kantor.

Bukan saja memudahkan masyarakat umum, warga Muhammadiyah, dan sekolah-sekolah serta Universitas Muhammadiyah untuk mendapatkan sembako dan ATK yang terjangkau, MG Mu juga memberdayakan ekonomi warga Muhammadiyah.

Baca juga:  Keripik JDN Cidolog Hasil Karya Bukti Dari Kaum Millenial yang memiliki Kompetensi Ekonomi

Lebih lanjut Haedar menegaskan pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah dilakukan dengan cara menjadi re-seller di pengurus cabang dan pengurus-pengurus ranting Muhammadiyah.

“MG Mu juga akan berfungsi sebagai offtaker produk-produk lokal pertanian, peternakan, UMKM, dan memasarkannya ke luar,” terangnya.

Komisaris PT Mitra Bumdes Nusantara, Romdin Azhar mengatakan MG Mu ini adalah model kolaborasi dengan sistem kerja sama bagi hasil. Dengan sistem tersebut, maka semua pihak yang terlibat wajib transparan perihal rencana dan realisasi keuangan.

“Pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini wajib buka-bukaan, sehingga rencana dan realisasi keuangan menjadi terbuka dan transparan,” kata Romdin Azhar.

Baca juga:  Update Harga Sembako Minggu Kesatu, Daging Ayam Naik

Ditambahkan Masyur Sah, Ketua PDM Kabupaten Sukabumi berharap MG Mu di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan dengan optimal dan menginspirasi daerah lain untuk replikasinya.

“Semoga MG Mu ini dapat mengispirasi untuk dibangun dan dikembangkan di daerah lain. Mitra Grosir Muhammadiyah bisa tersebar di Kabupaten Sukabumi, juga di Kabupaten Kota lainnya di Jawa Barat,” katanya.

Dalam kolaborasi MG Mu ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi berkontribusi dalam optimalisasi asset dan market, PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN) dalam hal inventory dan manajemen sistem, serta PT Gramasurya dalam penyediaan ATK, cinderamata, seragam, dan batik Muhammadiyah.

Pos terkait