Museum Prabu Siliwangi Terima Hibah Manuskrip Lawas Al Qur’an Terjemah Bahasa Jawa

Achmad Zazuli saat penyerahan Tiga Kitab kepada pengurus Museum Prabu Siliwangi di Ponpes Al-Fath Kota Sukabumi.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Kepala Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi R.Erwin Hendarwin, SE., MBA., MM didampingi Muhammad Irsyad, Sekretaris Yayasan Al-Fath dan Edukator Museum Irwan, S.Kom, menerima hibah 3 kitab lawas yang menambah beragamnya koleksi di museum tersebut.

Seorang warga Perum Griya Mangkalaya I Kabupaten Sukabumi, Achmad Zazuli yang merupakan pelestari benda budaya dan pemerhati pendidikan dan sejarah menghibahkan 3 kitab lawas tersebut pada Sabtu 30 Desember 2023.

“Iyah, satu Kitab terjemahan Al Qur’an edisi cetak tahun 1950-an. Istimewanya kitab ini memiliki terjemahan dengan menggunakan bahasa daerah (Bahasa Jawa_red). Kemudian 2 Kitab Kuning I’anatut Thaalibin edisi tahun 1342 H. Ya kalau dikonversi tahun Masehi sekitar tahun 1923 M cetakan Mustafa Baabilkhalbi Mesir,” ucap Zazuli.

Zazuli menuturkan, tiga kitab tersebut adalah peninggalan dari kakeknya KH.Ahmad Hadi Kendal. Saat ini ia sedang menunggu pengiriman Kitab Al Qur’an Tulisan tangan yang sedianya akan dihibahkan untuk Museum Prabu Siliwangi.

Baca juga:  Bulan Ramadhan Lapas Sukabumi Tingkatkan Pelayanan

Sementara itu, Kepala Museum Prabu Siliwangi R.Erwin mengapresiasi kepedulian pelestarian budaya serta sejarah yang dilakukan oleh Achmad Zazuli itu.

“Alhamdulillah, jazakallaah Khairan katsiir semoga menjadi manfaat untuk semuanya. Kami ucap terima kasih untuk partisipasi dan kepeduliannya. Tentu ini menambah koleksi Museum yang saat ini berjumlah lebih dari 1000 koleksi dalam bentuk manuskrip bersejarah, Intagible dan non Intagible herritage, tosan aji kuno, senjata pusaka, fosil bersejarah, alat-alat pertanian semacam lisung, boles dan lainnya sampai dengan peralatan dapur sampai alat tempur di masa lalu,” ujarnya.

R.Erwin menuturkan, Museum ini didirikan oleh Prof DR.KH. Fajar Laksana, SE., MM CQM sekaligus Pemilik yayasan Yamusprasi (Yayasan Museum Prabu Siliwangi) dan diresmikan pada November 2012.

Baca juga:  Museum Prabu Siliwangi jadi Pusat Musda AMIDA Jabar

“Saat ini luas museum 458 m persegi dan rencananya akan diperluas lagi harapannya. Museum dibuka untuk umum setiap hari jam 08.00 – 16.00 Wib sore. Untuk Rabu dan Ahad 08.00 -22.00 Wib. Kena sampai malam? Sebab hari itu bertepatan dengan jadwal pengobatan holistik Technopharma Al-Fath langsung oleh KH.Fajar Laksana,” imbuhnya.

Selain itu R.Erwin juga menyampaikan, di area sekitar museum juga menjadi property yayasan yang dimanfaatkan untuk Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath. Ini merupakan pusat pendidikan dari berbagai tingkatan. mulai dari PAUD sampai dengan SLTA serta jenjang perkuliahan.

“Banyak santri yang ada disini, berasal dari 21 pulau se-Indonesia serta ada kurang lebih 500 yatim piatu yang dididik di pusat pendidikan disini. Sebagai pengelola museum, kami berharap untuk 2024 dan selanjutnya akan lebih banyak pengunjung museum. Untuk tahun 2023 ini kami mendapat kunjungan dari 13.350 pengunjung. Kebanyakan dari para siswa siswi sekolah,” tandasnya.

Baca juga:  Banyak Pihak Mangkir, Sidang Pertama Gugatan Mangkraknya Pembangunan Pasar Pelita Ditunda

Kepala Museum Prabu Siliwangi tersebut juga mengatakan, untuk pemandu di museum ini kami ada bagian Edukator bersertifikasi BNSP yaitu Kang Irwan, S.Kom. Tiket untuk anak-anak hanya Rp 5000 dan untuk dewasa 10.000 rupiah.

“Ayo silahkan berkunjung kesini, berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan. Museum kami saat ini telah menjadi rekomendasi sekolah sesuai Implementasi kurikulum merdeka. Ada rekomendasi juga dari Disdik Kota dan Kabupaten Sukabumi serta KCD Wil V,” pungkasnya.**

Pos terkait