Insan Pers "Ngopi" bersama pemangku pendidikan Kota Bekasi. | Foto: Istimewa

“NGOPI” Ngobrol Pintar Soal Pendidikan, Ini Sinergitas Pers dengan Pemangku Kepentingan Pendidikan di Kota Bekasi 

KOTA BEKASI PENDIDIKAN

LINGKARPENA.ID – Dinas Pendidikan Kota Bekasi bersama insan pers bersilaturrahim dan bersinergi dalam perspektif membangun kinerja pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik di Kota Bekasi.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan sejumlah dampak bagi semua pemangku kepentingan layanan pendidikan. Namun demikian peluang bagi para pendidik dan institusi pendidikan secara profesional mampu mengadopsi pengalaman dan perilaku baru dalam proses pembelajaran berbasis teknologi informasi. Pendidikan harus diperkuat sekalipun kelak setelah pandemi covid-19 ini berakhir.

“Kita semua dihadapkan pada tantangan untuk melakukan perubahan, dengan 2 (dua) tantangan sekaligus, yakni disrupsi teknologi dan pandemi covid-19 ini,” kata Inayatullah.

Di saat awal pandemi kita dituntut secara cepat untuk beradaptasi. Pembelajaran tatap muka digantikan dengan cara belajar dari rumah (BDR), yang selanjutnya dikenalkan konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun demikian, segera disadari sejumlah satuan pendidikan dengan model PJJ yang tidak efektif, dapat menimbulkan potensi learning loss. Dimana peserta didik tidak dapat memanfaatkan peluang belajar dalam hidupnya secara optimal.

Sejalan dengan upaya pengendalian pandemi, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memprakarsai keputusan bersama 4 kementerian, secara bertahap. Dengan memulai perilaku baru bagi satuan pendidikan dan warga satuan pendidikan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mulai dari zona hijau (15 Juni 2020) lalu.

Baca juga:  Mengingat Kembali, Wawasan Ideologi dan Kebangsaan di Tingkat SLTA

Zona hijau dan zona kuning (7 Agustus 2020) lalu diberlakukan. Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengatur pembelajaran tatap muka pada (20 November 2020) dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekitar 50 persen dari kapasitas ruang kelas dan blended learning (30 Maret 2021).

Terakhir, ditetapkan melalui surat, keputusan bersama SKB 4 kementerian pada (21 Desember 2021) berupa PTM di masa pandemi covid-19 yang memungkinkan 100 persen PTM berdasarkan kriteria PPKM dan cakupan vaksinasi (peserta didik dan lansia).

Menurut Inayatullah, sebagai catatan melalui arahan Wali Kota Bekasi untuk melakukan modeling pembelajaran tatap muka secara terbatas. Hal itu dikenal dengan konsep Role Model Satuan Pendidikan dalam Simulasi Pembelajaran Tatap Muka yang dilakukan selama 3 (tiga) hari pada3 sampai 5 Agustus 2020 lalu. Semula hal ini menjadi isu kebijakan yang kontroversi di tengah pandemi. Namun pada akhirnya mendapatkan apresiasi sebagai langkah inisiatif untuk membangun kesiapan perilaku penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, secara bertahap.

“Upaya dan pengakuan atas keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergitas kelembagaan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bekasi, meliputi Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, Dewan Pendidikan, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), dan insan pers di Kota Bekasi,” jelasnya.

Selama pandemi, para pendidik di Kota Bekasi juga memikirkan agar mutu pembelajaran, baik dalam PTM maupun PJJ dapat berjalan efektif. Para pendidik di Kota Bekasi mencoba model pembelajaran efektif (JAREKTIF) 6S (semangati, sampaikan, semaikan, selaraskan, serapkan dan simplifikasi). Kemudian model pembelajaran ini ditetapkan dengan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 76 Tahun 2020 tentang Penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran “Tikom Sabar” dengan Metode Pembelajaran Efektif “6S” pada Jenjang Pendidikan Dasar di Kota Bekasi.

Baca juga:  Cegah Omicron, Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Yustisi Prokes

Semangat berinovasi aparatur Dinas Pendidikan dan para pendidik di Kota Bekasi, dengan produk inovasi yang dihasilkan sepanjang Tahun 2020, berupa “Tikom Sabar”, “Jarektif 6 S”, “Sijaluring”, “MGPS 4.0” dan penyempurnaan sistem PPDB Online, juga mendapatkan apresiasi pada “Bekasi Innovation Week” yang diselenggarakan oleh Bappelitbangda Kota Bekasi, pada Tahun 2021 dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi meraih Juara II Kelompok Perangkat Daerah Sangat Inovatif.

“Ya, itu sebuah keberhasilan yang sahih, jika keberhasilan itu dirasakan oleh masyarakatnya dan diapresiasi oleh lembaga pemerintah yang berwenang pada urusan pemerintahan tertentu. Sebagaimana dimaklumi, Kota Bekasi ini mendapatkan apresiasi Pelayanan Publik Terbaik Peringkat ke IV, dengan nilai 91,67 dan predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 diberikan kepada Wali Kota Bekasi (Dr. H. Rahmat Effendi),” tutur Kadisdik.

Hal itu, diserahkan langsung oleh Ombudsman, pada Rabu 29 Desember 2021 lalu. Penghargaan seperti ini baru pertama kali diraih pada tahun ini oleh Kota Bekasi. Secara komposit untuk pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan terpadu satu pintu dan dukcapil.

Baca juga:  Kapolri Serahkan 10 Iso Tank untuk Indonesia Antisipasi Ketersediaan Oksigen

Hal lain yang membanggakan bagi pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bekasi pada Tahun 2021 adalah Kemendikbud Ristek, menempatkan Kota Bekasi, sebagai salah satu kota dari 100 kabupaten/kota yang ditunjuk dalam merintis program Sekolah Penggerak.

Semangat perbaikan dan penyelesaian masalah dengan mindset “think out of the box”, sebagaimana kerap kali disampaikan oleh Wali Kota Bekasi, perlu menjadi motivasi dan prinsip perbaikan dan penyempurnaan yang terus menerus, dalam meningkatkan kinerja pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Kota Bekasi.

Peran serta mayarakat dan sinergitas pers sangat diperlukan dalam membangun Kota Bekasi, tempat dimana para warganya membangun kehidupan dan menyiapkan estafet generasi bangsa melalui pendidikan, dalam mewujudkan Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

“Semoga dari semua kerja keras senantiasa melimpahkan kekuatan dan kesehatan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di Kota Bekasi, dalam menjalankan tugas mendidik dan melayani peserta didik. Ini merupakan amanah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” imbuhnya.(***)

 

 

 

 

 

Reporter: Indra Lesmana

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan