Enam tersangka berikut barang bukti narkoba berhasil diamankan pihak kepolisian. | Foto: Istimewa

Senilai 315 Juta, Narkoba Siap Edar Digagalkan Polres Sukabumi Pada Malam Tahun Baru 2022

HUKUM & KRIMINAL KABUPATEN SUKABUMI

LINGKARPENA.ID – Kepolisian resort Sukabumi melalui jajaran unit narkoba berhasil menggagalkan peredaran narkotika senilai 315 juta pada malam pergantian tahun baru 2022. Sebelumnya, ribuan botol miras dari berbagai merek sudah dimusnahkan Polres Sukabumi pada Kamis (30/12/2021) lalu.

Narkotika tersebut diduga akan di edarkan pada malam pergantian tahun baru di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Dalam Konferensi Pers, Sabtu 01 Januari 2022 di Hotel Agusta, Polres Sukabumi menggelar ekspos hasil penangkapan peredaran narkoba jelang pergantian tahun baru 2021 ke 2022. Melalui Satuan Narkoba berhasil gagalkan peredaran puluhan ribu narkoba dan narkotika.

Baca juga:  Percepat Herd Immunity di Sukabumi, Kapolres: Tekan Para Kapolsek Buat Inovasi dan Terobosan Baru

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan pihak satuan narkoba merupakan Narkotika jenis Sabu 0,41 gram, Handphone, Merk Oppo warna hitam, 1 buah alat hisap sabu (bong), buah pipel kaca.

Selain sabu, barang bukti lain yang berhasil disita berupa Narkotika jenis (Ganja kering 55 gram dan Narkotika jenis Obat Keras terbatas (OKT) sebanyak 31.534 butir.

Baca juga:  Petugas Berikan Hukuman Push Up Pelanggar Operasi Yustisi di Parungseah

Dalam kasus ini, polisi mengamankan para tersangka sebanyak 6 orang laki-laki.

“Pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka tindak pidana Narkotika ini yaitu, Pasal 114 dan atau Pasal 111 dan atau Pasal 112 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan hukuman ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup,” jelas Kapolres.

Baca juga:  Kecewa Dengan Surat Pembatalan BBPAT Sukabumi, Program Kelompok Sejahtera Sadaya di Refocusing

Sedangkan, “Untuk jenis obat keras terbatas yaitu paling lama 10 tahun. Pasal 196 dan atau Pasal 197 Undang- undang RI serta No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan hukuman ancaman paling lama 10 tahun,” terang AKBP Dedy itu.(***)

Tinggalkan Balasan