Pangdam III Siliwangi Tinjau Pembuatan Es Kristal di Palabuhanratu, ini Kelebihannya

Pangdam II Siliwangi Mayjen Kunto Arif Wibowo saat meninjau lokasi pembuatan es kristal di Palabuhanratu Sukabumi, Kamis (20/10/22).| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo melakukan touring di Kabupaten Sukabumi yang dimulai sejak Rabu, 19 Oktober 2022 kemarin.

Kedatangan Pangdam III Siliwangi bersama rombongan langsung menyambangi wilayah Selatan Sukabumi, guna meresmikan Jembatan Gantung Siliwangi I Sungai Cibugel, Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud.

Diketahui jembatan yang dinamakan Jembatan Gantung Siliwangi 1 tersebut memiliki ukuran dengan panjang 50 meter dan lebar 1.20 centimeter. Jembatan itu menghubungkan antara Kedusunan Sukarata dan Kiara Sapi Desa Sumberjaya.

Kemudian rombongan Pangdam III Siliwangi melanjutkan touring dengan mengunjungi Kampung Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Kedatangan Mayjen Kunto Arif Wibowo bersama rombongan untuk melihat secara langsung pembuatan es kristal di kawasan tersebut. Pembuatan es kristal dan gedung dibangun oleh Dandim beserta jajaran Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi.

“Touring ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari bahkan bulan. Ya melanjutkan kegiatan yang tertunda,” ujar Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, kepada awak media Kamis (20/10/22) kemarin.

Lanjutnya, “Jadi seal and touring Siliwangi ini dengan tujuan mencoba untuk mengkolaborasikan menempatkan tekhnologi tekhnologi terapan yang dimiliki TNI dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” sambungnya.

Baca juga:  Ribuan Masker Kembali Disebar Satgas Covid-19 Kecamatan Palabuhanratu

Menurut Kunto, saat ini apa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di kawasan wilayah pesisir selatan dengan segala permasalahannya harus dicarikan solusi.

“Ya sumber kebutuhan utama masyarakat adalah air minum yang bersih dan sehat. Saat ini anggota TNI dengan rekanan fokus garam dan menyulap air laut menjadi es batu,” jelas Kunto.

Menurutnya, keberhasilan anggota dan rekanan sekarang sudah mampu menciptakan es kristal. Kelebihan dari es kristal yang dibuat ini memiliki tahan lama tidak mudah menjadi cair.

“Kita coba bikin sekarang hari ini baru jadi, ini kita mencoba sebagai alternatif solusi bahwa pemberdayaan wilayah yang bisa dijadikan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

“Makanya kita coba teknologi di sini dan mengambil dari air laut. Itu kita sulap dengan dijadikan air minum. Lalu diolah kembali menjadi es batu, dengan kapasitas persentase sampai 90 persen,” ucapnya.

“Artinya es batu ini bisa tahan lama, tidak mudah cair. Kita juga mencoba mengolah air laut menjadi garam. Jadi tujuannya kedepan setelah ini berjalan sempurna kita bisa membantu dan meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Paguyuban LMDH Dikukuhkan, Fokus Lestarikan Hutan Desa

Ia menegaskan, teknologi terapan tersebut ke depan dapat diimplementasikan di beberapa wilayah yang sejauh ini memang mengalami kesulitan air. Namun lokasinya berdekatan dengan pesisir.

“Iya ini sudah kita buktikan bahwa sistem dan teknologinya sudah ada di sini. Berarti tinggal pemda, masyarakat setempat juga alam pasti ada hubungannya, saling membutuhkan,” terangnya.

Terpisah9, Vilas Cubillas rekanan TNI  dalam program air bersih dan pembuatan es kristal menerangkan, untuk cara kerja dari mesin tersebut yakni mengolah air laut difiltrasi menjadi air tawar kemudian menjadi air RO yang menghasilkan TDS mencapai 2-4.

“Jadi TDS ini kandungan zat yang berada di dalam air. Nah 4 itu sudah tingkat terendah bisa dibilang sudah tidak ada zat partikel lain di dalam air, dan air laut yang kita olah, menjadi es batu, makanya warnanya kristal, itu bener benar bening, karena bener bener gak ada zat lain, karena tingkatan TDS nya itu 2-4,” terangnya.

Adapun untuk lama prosesnya, tambah Vilas Cubillas untuk pengolahan air laut menjadi es kristal membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Namun untuk dari bahan baku sampai menjadi air RO (Reserve Osmosis) menurutnya tidak membutuhkan waktu lama.

Baca juga:  Closed Loop: Pengembang Kemitraan Agribisnis Melalui Ekosistem Digital, Ini Kata Wabup

“Air mineral kapasitas 12.000 liter perhari bisa produksi air tawar per hari air RO nya 10.000 liter perhari. Ro ini air yang kandungan TDS nya rendah, dari bahan baku air laut 7500 TDS nya,” terangnya.

“Jadi tadi kan perbandingan air dengan kemasan yang dijual itu dengan air hasil ini lebih rendah artinya kandungan partikel dalam air tersebut sangat kecil sekali, jadi fiur mineral, artinya bisa langsung diminum,” imbuhnya.

Ditambahkan Andi teknisi pengolahan air laut menjadi es kristal, teknologi terapan tersebut yang dibangun di Kampung Cipatuguran, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu merupakan salah satu lokasi dari beberapa yang telah dijalankan.

“Iya ini bisa diterapkan di daerah susah air seperti di Kalimantan susah air bersih, dan ini sudah ada diterapkan, di Kalimantan Barat, sulawesi, Papua, Lombok, Sumatera Barat, Padang sama di Jakarta,” pungkasnya.*

Pos terkait