Pasar Lembursitu Direaktivasi Lewat Festival Ekonomi Semesta

LINGKARPENA.ID | Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi menggelar Festival Ekonomi Semesta (Festa) sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Lembursitu. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Maret 2026.

Festival ini diikuti oleh sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kuliner dan fashion. Selain itu, kegiatan juga melibatkan Koperasi Merah Putih.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan bahwa sekitar 20 UMKM berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan berbagai produk yang ditawarkan kepada pengunjung.

Baca juga:  Polisi Sisir Kawasan Wisata di Sukabumi, Wawar Pentingnya Menjaga Prokes 

“Di acara ini kurang lebih ada 20 UMKM yang bergabung, mulai dari telur asin, kue-kue lebaran, fashion, kemudian KMP. Kios ada 53 dan losnya ada 26 jadi total ada 79,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya revitalisasi Pasar Lembursitu juga dilakukan dengan membuka kantor pemasaran pasar. Selain itu, untuk sementara waktu pemerintah membebaskan biaya sewa bagi masyarakat Kota Sukabumi yang ingin berdagang di lokasi tersebut.

Baca juga:  PPP Siap Bersaing Kembali di Kancah Politik Kota Sukabumi

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat meresmikan Festa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Pasar Lembursitu. Ia menyebutkan bahwa para pedagang saat ini tidak dikenakan biaya sewa maupun retribusi agar aktivitas perdagangan di pasar tersebut dapat kembali ramai.

“Pasar ini kita gratiskan, tidak ada sewa dan retribusi, tapi tolong jaga kebersihan bersama-sama. Tetap dipegang oleh Diskumindag. Kita akan ramaikan kembali,” kata Ayep.

Baca juga:  Mengharukan! Tahanan Narkoba Menikah di Masjid At-Taqwa Polres Sukabumi Kota

Ayep juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti aspirasi para pedagang yang menginginkan mobil elf jurusan Pajampangan kembali melintasi rute Lembursitu–Surade. Namun hingga saat ini upaya tersebut masih belum berhasil direalisasikan.

“Memang tuntutan dari para pedagang adalah mobil elf harus kembali masuk ke sini. Mudah-mudahan dengan pasarnya digratiskan, silakan pakai dulu. Yang penting ramai dulu, ini sayang milik rakyat, aset rakyat,” ujarnya.

Reporter : Rizky A
Editor : Redaksi

Pos terkait