LINGKARPENA.ID | Patung Penyu raksasa di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-alun Gadobangkong di Jalan Kidang Kencana Galangan RT 02/28, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di media sosial dan jadi bullyan netizen pada Maret 2025 lalu. Kini tampil beda, kondisi patung Penyu berubah usai dilakukan perbaikan pihak kontrator.
Patung penyu itu kini nampak kokoh dengan kontruksi permanen. Setelah sebulan dilakukan perombakan total, pada 1 Juli 2025 ahirnya rampung dikerjakan dan kini bertengger di Ruang Terbuka Hijau ( RTH) Alun alun Gadobangkong, Palabuhanratu.
Kini patung penyu, kata Imran Firdaus, kontraktor pelaksana proyek tersebut, tak lagi berbahan kardus, tetapi dibuat dengan kontruksi peramen berangka besi dengan lapisan utama berbahan resin super.
“Bahan utamanya dari Resin dan fiberglass tahan cuaca. Rangka terbuat berbahan besi,” ujar Imran kepada awak media, Rabu, 2 Juli 2025.
Mudah mudahan patung yang menjadi ikonik Palabuhanratu yang dikerjakan menelan biaya Rp 30 juta itu bisa bertahan lama seperti patung penyu yang ada di Kantor UPTD Konservasi penyu Pantai Pangumbahan, Desa Pangumbanan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Patung penyu yang bertengger kokoh di bagian atas kantor Uptd konservasi penyu Pantai Pangumbahan hingga kini usinya sudah 10 tahun. Anggaran pembuatannya sekitar Rp 10 juta. Dan dibuat oleh seniman lokal dengan menggunakan bahan semen padat.
Pembuatan patung penyu berbahan semen ini jelas diproyeksikan untuk jauh kedepan. Dan sejatinya patung yang diletakan di ruang terbuka dalam kondisi iklim pantai, pembuatan patung berbahan semen padat jauh lebih kuat dibanding bahan lainnya.






