PB Himasi Geruduk UP3 PLN Area Sukabumi, Tuntut Keterbukaan Data Penerimaan Pajak Penerangan Jalan

Aksi PB Himasi mendapat pengawalan ketat pengamanan dari Kepolisian Polres Sukabumi Kota di halaman UP3 PLN Area Sukabumi.| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) menggeruduk Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Area Sukabumi, berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (25/06/2023).

Dari pantauan Lingkarpena.id dilapangan Massa Himasi dalam aksinya menuntut keterbukaan informasi publik diantaranya Kepala Manager UP3 PLN Area Sukabumi, memberikan data mengenai data pengguna pelanggan Listrik, Kota/ Kabupaten Sukabumi, hasil pajak penerangan jalan (PPJ).

Ketua Umum PB Himasi Danial mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini sebagai puncak persuasif yang dilakukan PB Himasi kepada UP3 PLN Area Sukabumi.

“Jadi, dua Minggu yang lalu PB Himasi melakukan Audensi dengan UP3 PLN Area Sukabumi dan juga memohon untuk meminta data terkait jumlah pelanggan PLN di Kota/ Kabupaten Sukabumi. Namun, setelah dua Minggu berlalu UP3 PLN menjawab informasi terbit hanya untuk di kecualikan,” kata Danial kepada Lingkarpena.id.

Baca juga:  Wow! Ini Jumlah Penerima Santunan Baznas Kota Sukabumi Selama Bulan Muharram

Padahal sambung Danial, sudah jelas dalam undang-undang No 14 tahun 2008 keterbukaan informasi publik bahwa informasi tersebut hanya diberikan pada saat dibutuhkan ketika di minta oleh peminta informasinya.

“Terdapat pajak penerangan jalan (PPJ) yang di soroti oleh PB Himasi, yang mana pada tahun 2022 itu ada putusan mahkamah konsitusi (MK) bahwa tidak boleh lagi pemerintah daerah tidak boleh lagi menerima PPJ dari PT PLN Persero. Tetapi, pada kenyataannya pada tahun 2021-2022 Pemda masih menerima anggarannya, artinya PB Himasi ingin tahu dari awal data keseluruhannya dan ingin belajar berhitung berapa jumlah total keseluruhannya,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya dugaan penyelengan anggaran sekitar Rp60 Miliar untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, sedangkan untuk wilyah Kota Sukabumi sekitar Rp12 Miliar di tahun 202. Padahal kalau mengacu terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2017 yang diberlakukan 3 tahun pasca diputuskan bahwa pemda tidak boleh menerima anggaran tersebut dari PT PLN Persero.

Baca juga:  PC PMII Teken Kerja Sama dengan Bawaslu Kota Sukabumi

“Ironisnya, pada saat PB Himasi melakukan konfirmasi kepada Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi dan DPKAD Kota Sukabumi, mereka menjawab tidak tahu menahu makanya kita menanyakan langsung kepada UP3 PLN Area Sukabumi. Jika terbukti memang adanya transfer dasar hukumnya apa, harus ada kejelasan dan ini baru dugaan,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kepala Manager UP3 PLN Area Sukabumi, Suwardi menjelaskan bahwa terkait aksi PB Himasi. Meraka itukan meminta data PPJ pengguna pelanggan PLN di Kota/ Kabupaten Sukabumi.

“Berdasarkan peraturan yang ada di PT PLN Persero dan di undang-undangnya keterbukaan informasi, data tersebut data yang di kecualikan. Sedangkan data tersebut bukan kewenangan UP3 PLN Area Sukabumi,” jelasnya.

Dijelaskan Suwardi, terkait dengan PPJ itu PLN tidak ikut-ikutan karena itu merupakan aturan dari pemerintah daerah sendiri. Jadi di PLN itu ada rekening pajaknya namun langsung di setorkan ke Pemda tidak lewat kesini sebab itu perda. PLN hanya ditumpangi nama rekening PPJnya tapi uangnya langsung masuk ke Pemda.” singkatnya.

Baca juga:  PB Himasi, Minta Pemerintah Tertibkan Perusahaan Tambang di Padabeunghar Sukabumi

Sementara itu, Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompo Tahir menambhakan bahwa pihaknya menerima surat dari PB Himasi untuk melaksnakan aksi damai di UP3 PLN Area Sukabumi.

“Sehingga aparat Polres Sukabumi Kota, menerjunkan 92 Personil untuk melaksanakan pengamanan dan Alhamdulilah kegiatan aksi tersebut berjalan dengan lancar dan damai serta tidak ada ejaduan yang kita inginkan,” cetusnya.

Meskipun adanya massa aksi melakukan saling dorong dan miss komunikasi dengan securty UP3 PLN Area Sukabumi, hanyalah sebagai bentuk wujud ekspresi mereka untuk menunjukkan aksi meraka. Tetapi jajaran kepolisian menghadapnya dengan secara sabar kalaubtidak begitu pasti akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya.

Pos terkait