Pelantikan PC PMII Kota Sukabumi: Momentum Konsolidasi Gerakan Mahasiswa untuk Kemajuan Daerah

LINGKARPENA.ID | Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kaderisasi. Acara pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan mahasiswa Islam di Kota Sukabumi dalam memperkuat peran intelektual, sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.

 

Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah serta jajaran struktural organisasi PMII dari tingkat wilayah hingga pusat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, perwakilan dari Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Barat melalui Ketua PAO Sahabat Arul, serta perwakilan dari Pengurus Besar PMIIJawa Barat yang diwakili oleh Sahabat mohamad aklis wakil ketua sekretaris advokasi kesehatan dan HAM.

 

Selain itu, hadir pula jajaran pengurus yang dilantik yakni Ketua Cabang PMII Kota Sukabumi Sahabat Fahmi Fauzi, Ketua Kopri PMII Cabang Kota Sukabumi Sahabat Risma Fauziah, serta Ketua Mabincab PMII Kota Sukabumi Sahabat Regina Mulia.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan PMII sebagai organisasi kader yang telah banyak melahirkan pemimpin dan intelektual muda di berbagai bidang. Ia menilai bahwa PMII memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memberikan gagasan serta kritik konstruktif bagi pemerintah.

 

Baca juga:  Walikota Sukabumi: Wilayah Kumuh Ekstrim Rampung Tahun Ini

“Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjaga nilai-nilai keadilan sosial. Saya berharap PMII Kota Sukabumi dapat terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Sukabumi,” ujar Ayep Zaki dalam sambutannya.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki posisi penting dalam sistem demokrasi. Menurutnya, PMII harus tetap menjaga independensi serta konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

“PMII harus terus menjadi organisasi yang kritis namun solutif. DPRD Kota Sukabumi sangat terbuka terhadap masukan, gagasan, serta aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, khususnya kader PMII yang dikenal memiliki tradisi intelektual dan gerakan yang kuat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, perwakilan PKC PMII Jawa Barat, Sahabat Arul, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus cabang bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya konsolidasi kader di tingkat komisariat dan rayon sebagai basis gerakan PMII.

 

Menurutnya, kekuatan PMII terletak pada kaderisasi yang berkelanjutan serta kemampuan kader dalam membaca realitas sosial masyarakat.

 

“PMII harus terus hadir sebagai organisasi kader yang tidak hanya aktif dalam diskursus intelektual, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Hal serupa juga disampaikan oleh perwakilan PB PMII, mohamad aklis, yang menegaskan bahwa PMII merupakan organisasi kader yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta memperjuangkan keadilan sosial di tengah dinamika bangsa.

Baca juga:  Gubernur Jabar Tegas Bantah Isu Dana APBD Mengendap, Desak Kemenkeu Ungkap Data Secara Transparan

 

Ia berharap kepengurusan PC PMII Kota Sukabumi yang baru dapat menjalankan roda organisasi dengan semangat kolektif kolegial serta memperkuat tradisi intelektual kader.

 

Dalam sambutannya sebagai Ketua Cabang, Sahabat Fahmi Fauzi menegaskan bahwa kepengurusan PC PMII Kota Sukabumi ke depan akan fokus pada penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial dan kebijakan publik di daerah.

 

Menurutnya, PMII tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

 

“Pelantikan ini bukan hanya awal kepengurusan, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar bagi kami untuk membawa PMII Kota Sukabumi menjadi organisasi yang progresif, kritis, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Fahmi.

 

Sementara itu, Ketua Kopri PMII Kota Sukabumi, Sahabat Risma Fauziah, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan dalam gerakan mahasiswa. Ia menilai bahwa kader perempuan PMII memiliki potensi besar dalam mendorong gerakan intelektual dan sosial yang lebih inklusif.

 

“Perjuangan KOPRI bukanlah perjuangan yang mudah. Ia membutuhkan keberanian, keteguhan, dan konsistensi. Dibutuhkan kader-kader perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, Di tengah realitas sosial yang masih menghadirkan ketimpangan, diskriminasi, dan berbagai bentuk ketidakadilan terhadap perempuan, KOPRI memiliki tanggung jawab besar untuk terus menyuarakan keadilan, memperjuangkan kesetaraan, Di tengah maraknya kekerasan seksual yg di alami bnyaknya perempuan ,kopri hadir dengan program safe hous , yg menjdi tempat pengaduan dan pendampingan korban korban kekerasan verbal maupun non verbal, sehingga bisa meminimalisir terjdinya kekerasan seksual terhadap perempuan,” ungkapnya.

Baca juga:  Ditinggal Pemilik, Warung Bakso Dilahap Api

 

Di sisi lain, Ketua Mabincab PMII Kota Sukabumi, Sahabat Regina Mulia, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat menjaga soliditas organisasi serta melanjutkan tradisi kaderisasi yang menjadi ruh dari PMII.

 

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi oleh kekuatan kader yang terus bergerak dan berproses.

 

“PMII adalah rumah besar bagi kader-kader muda yang memiliki semangat perubahan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh kader untuk menjaga semangat persatuan, intelektualitas, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Pelantikan PC PMII Kota Sukabumi ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi penguatan gerakan mahasiswa Islam di daerah. Dengan semangat kaderisasi, intelektualitas, serta pengabdian sosial, PMII diharapkan mampu terus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam menjaga nilai-nilai keadilan serta kemajuan masyarakat.

Pos terkait