LINGKARPENA.ID | Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Puskesmas Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui program Dokter Masuk Kampung, sebuah kegiatan pelayanan kesehatan langsung ke pemukiman warga yang berada jauh dari fasilitas puskesmas.
Program ini dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pelayanan jemput bola, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses akibat jarak tempuh, kondisi geografis, maupun sarana transportasi yang terbatas. Dengan turun langsung ke kampung-kampung, tenaga medis memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak dasar di bidang kesehatan.
Kepala Puskesmas Buniwangi, Yogianto, menjelaskan bahwa kegiatan Dokter Masuk Kampung merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah di sektor kesehatan, khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan.
Menurutnya, wilayah kerja Puskesmas Buniwangi mencakup empat desa yang sebagian wilayahnya cukup jauh dari pusat layanan kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran tim medis langsung ke tengah masyarakat dinilai sangat penting dan strategis.
“Melalui Dokter Masuk Kampung, kami memberikan pemeriksaan kesehatan secara langsung kepada keluarga sasaran, seperti ibu nifas, bayi baru lahir, serta anak-anak usia sekolah. Ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau,” ungkap Yogianto, Jumat (19/12/2025).
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dilakukan sendiri. Puskesmas Buniwangi menggandeng berbagai unsur terkait, mulai dari pihak kecamatan, kepolisian, hingga aparat desa setempat, guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Kami selalu berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah. Sinergi ini sangat membantu kelancaran kegiatan di lapangan,” jelasnya.
Yogianto berharap, melalui program ini masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dapat terbantu. Terlebih bagi warga yang harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai kendala untuk datang langsung ke puskesmas.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terabaikan dari layanan kesehatan hanya karena faktor jarak. Semoga kegiatan ini benar-benar memberi manfaat nyata dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan,” pungkasnya.






