LINGKAR PENA – Paguyuban yang terdiri dari para penghuni perumahan The Jasmine Boulevard (TJB) kecewa terbadap developer yang tidak menanggapi keluhan konsumen yang telah menempati perumahan tersebut.
Penghuni perumahan yang terletak di Jalan Gotong Royong No. 2 Cogreg, Kecamatan Parung, Bogor, Jawa Barat itu tidak mendapatkan sejumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum dari pihak developer.
Puluhan orang yang tergabung dalam paguyuban penghuni perumahan TJB sudah menempati tempat tinggalnya sekitar 4 tahun lalu.
Para penghuni dan pemilik unit perumahan ini mengaku merasa sangat dirugikan oleh pengembang perumahan, yakni AkasiaLand.
Mereka menyebutkan ada beberapa tuntutannya, termasuk menuntut pengembang TJB agar segera menyelesaikan permasalahan air yang berwarna kuning, berminyak, dan berbau.
Salah satu penghuni perumahan TJB, Ibnu menjelaskan, dengan warna air kuning tersebut para penghuni tidak bisa memanfaatkan air tersebut untuk kegiatan mencuci, hampir semua pakaian dan perabortan dapur akan berubah menjadi kuning warnanya.
“Apalagi untuk dimanfaatkan masak, tentunya penghuni mengunakan air mineral untuk agar menjaga kesehatan agar tidak terkontaminasi berbagai penyakit,” katanya kepada Lingkar Pena, Selasa (28/3/2023).
Selain itu, Ibnu yang telah tinggal di perumahan tersebut sejak tiga tahun lalu juga mengungkapkan sejumlah permasalahan lain, seperti terjadinya banjir saat hujan yang tingginya hampir sampai lutut kaki.
Kemudian, sambungnya, kualitas pagar perumahan yang masih tergolong bukan rumah komersial atau cluster, Kebersihan lingkungan yang belum layak.
“Penerangan jalan di dalam area perumahan yang sangat minim, serta keamanan tidak maksimal di malam hari,” ungkapnya.
Ibnu dan para penghuni lainnya sangat berharap developer segera bertindak gesit agar warga menjadi kondusif dan tenang tinggal di perumahan TJB.
“Keluhan warga penghuni TJB ini terbaca dalam Whatsapp Grup penghuni TJB, tentu harus segera menjadi perhatian pengembang TJB kepada seluruh penghuni yang telah menempati unitnya semenjak empat tahun lalu”, tandasnya.***






