Penguatan Tata Kelola Pariwisata, Dispar Sukabumi Studi Tiru ke Pangandaran

FOTO: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar.[Sumber foto: akun medsos pemkab sukabumi.]

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya memperkuat tata kelola kepariwisataan, pengembangan desa wisata, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi baru baru ini melaksanakan studi tiru dan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan destinasi wisata, peningkatan kualitas layanan, penegakan regulasi, aspek hukum perizinan, hingga penguatan kolaborasi lintas daerah demi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan bahwa Pangandaran merupakan contoh daerah yang berhasil mengelola sektor pariwisata secara terarah dan memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat maupun pemerintah daerah.

 

“Hari ini kami beserta rombongan secara swadaya melaksanakan kunjungan ke Pantai Pangandaran. Pangandaran sebagai kota kecil, berdasarkan data statistik yang kami terima, ternyata memiliki kontribusi pariwisata yang sangat besar untuk kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Ali Iskandar.

 

Ali mengungkapkan, PAD Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata telah mencapai angka Rp47,5 miliar, yang berasal dari pengelolaan lima pantai dan satu sungai. Hal tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah jauh lebih luas serta potensi wisata yang sangat beragam.

Baca juga:  DPRD Kota Sukabumi Studi Tiru ke Jakarta Timur, Siapkan Raperda Atasi Permukiman Kumuh

 

“Sekurang-kurangnya pendapatan asli daerah mereka sudah mencapai Rp47,5 miliar dari hanya lima pantai dan satu sungai. Sementara Kabupaten Sukabumi begitu luas, begitu banyak potensi yang kita miliki, namun masih harus terus kita tata dan kita kelola,” tegasnya.

 

Menurut Ali, Kabupaten Sukabumi tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan internal pemerintah daerah, melainkan perlu memperkuat pembelajaran melalui daerah yang sudah lebih maju dalam tata kelola pariwisata.

 

“Kita tidak bisa bekerja hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi harus belajar, belajar dan belajar. Salah satu di antaranya hari ini kami belajar ke Pangandaran untuk melihat bagaimana tata kelola pariwisata dilakukan,” ungkapnya.

 

Ali juga menyoroti keterlibatan masyarakat Pangandaran yang dinilai mampu menjaga kebersihan kawasan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui aktivitas wisata.

 

“Kami ingin melihat bagaimana warga masyarakat bisa turut berpartisipasi sehingga wilayah pantainya bisa bersih dan kebersihannya bisa dijaga. Namun ekonomi rakyat juga bisa tetap bangkit dan dibangkitkan melalui aktivitas wisata tadi,” katanya.

Baca juga:  Dispar Sukses Gelar Pemilihan Duta Wisata Mojang Jajaka 2025

 

Ia berharap hasil kunjungan ini dapat membawa manfaat besar bagi Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

“Semoga diberikan kemudahan menghadirkan banyak kemanfaat. Mudah-mudahan kita banyak menemukan pemahaman dan pengetahuan dalam rangka memperkuat tata kelola kepariwisataan, pengelolaan desa wisata, serta optimalisasi PAD,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugista, memaparkan bahwa Pangandaran sebagai daerah otonomi baru memiliki potensi besar pada wisata bahari, pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, serta penguatan destinasi unggulan yang mampu bersaing secara nasional bahkan internasional.

 

Ia menyebut pengelolaan destinasi di Pangandaran dilakukan secara terintegrasi, didukung pembangunan infrastruktur penghubung antar kawasan wisata, penguatan keselamatan wisatawan, hingga pengembangan amenitas yang ramah pengunjung.

 

Selain itu, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran menegaskan pentingnya pengelolaan pajak dan retribusi pariwisata berbasis regulasi yang kuat guna mencegah kebocoran pendapatan serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

 

Delegasi dari Kabupaten Sukabumi juga turut memaparkan berbagai upaya pengembangan pariwisata daerah, mulai dari pengelolaan destinasi, pembangunan sistem pariwisata, hingga penguatan kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Baca juga:  Lima Pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Resmi Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

 

Dalam kesempatan tersebut, Ali Iskandar menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pencerahan bagi pihaknya untuk terus berbenah.

 

“Sahabat pariwisata, hari ini kami berada di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran. Luar biasa, kami mendapatkan banyak pencerahan, banyak hal yang harus kita lakukan. Insya Allah dengan kesungguhan, kita bisa mengikuti kebaikan apa yang sudah dilakukan Pangandaran,” ujarnya.

 

Ia juga berharap terjalin hubungan kemitraan yang semakin erat antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Pangandaran dalam pengembangan pariwisata.

 

“Hari ini kita ke Pangandaran, kita tunggu kunjungan balasan. Insya Allah,” tambahnya.

 

Melalui kegiatan studi tiru ini, kedua daerah berkomitmen membangun sinergi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.

 

Diharapkan, hasil kunjungan tersebut mampu memperkuat peran sektor pariwisata sebagai motor penggerak pembangunan daerah, meningkatkan PAD, sekaligus menghadirkan pariwisata Sukabumi yang lebih maju, tertata, dan berdaya saing. (adv).

Pos terkait