LINGKARPENA.ID | Warga Kedusunan Cibungur Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dan warga Kampung Tegal Jeunjing Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tumpah ruah di acara peresmian jembatan gantung Brilian yang berada di Kampung Citamiang, pada Selasa (5/8/2025 ).
Harapan warga dua desa yang sudah lama mendambakan adanya jembatan kini tertunai sudah. Dibangunnya kembali jembatan yang hancur tersapu banjir pada Desember 2024 lalu bagi mereka laksana mendapat durian runtuh.
Berkat kolaborasi Sasaka Sinergi Fondation dan Bank Raya (anak perusahaan BRI) serta pemerintah setempat dan warga sekitar, jembatan yang membentang di atas sungai Citamiang ahirnya diresmikan penggunaannya.
Acara peresmian berlangsung pada Selasa, 05 Agustus 2025, dihadiri pihak Bank Raya, Sasaka Sinergi Fondation, Camat Surade, Camat Waluran, TNI – Polri, Kepala Desa Sirnasari dan Mekarmukti, Kapus Waluran, PUPR, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga sekitar.
Dedi Darusalam, Kadus Cibungur sekaligus sebagai ketua panitia acara peresmian menyampaikan, jembatan gantung yang terletak di Kampung Citamiang ini merupakan penghubung antara Desa Sirnasari Kecamatan Surade dengan Desa Mekar Mukti Kecamatan Waluran. Dan jembatan gantung tersebut sering digunakan warga sebagai akses jalan pertanian dan perekonomian juga kesehatan.
Ditambahkan Dedi, pada Desember 2024 jembatan gantung Citamiang hancur disapu banjir, lalu dibangun kembali oleh sebuah yayasan. Namun satu bulan kemudian hancur lagi saat banjir pada 6 Maret 2025 menerjang Kampung Citamiang.
“Rusaknya jembatan Citamiang terasa sekali dampaknya bagi warga. Kami benar benar terhambat untuk beraktivitas, terutama bagi warga yang memiliki ladang pesawahan di seberang jembatan. Dan yang paling terdampak adalah para pelajar yang bersekolah di kampung sebelah,” papar Dedi.
Dijelaskan Dedi, rusaknya jembatan gantung Citamiang membuat warga kesulitan untuk menuju rumah sakit yang ada di wilayah Jampangkulon. Untuk menuju ke rumah sakit sekarang warga harus menempuh waktu sekitar satu jam. Padahal jika melalui jembatan gantung hanya membutuhkan waktu 30 menit.
“Alhamdulilah jembatan yang hancur sekarang sudah dibangun kembali oleh bank Raya yang bekerjsama dengan Sasaka Sinergi Fondation. Mewakili warga saya mengucapkan terima kasih kepada orang orang baik dari Sasaka Indonesia dan Bank Raya serta pihak lainnya yang berpartisipasi dalam pembangunan jembatan ini, ” pungkas Dedi.
Sementara Camat Waluran, Supendi, dan Camat Surade, U. Suryana, sepakat mengapresi dan berterima kasih kepafa Bank Raya dan Sasaka Sinergi Fondation serta warga setempag atas bantuan pembangunan jembatan gantung Citamiang.
“Kami dari pemerintah kecamatan sangat berterima kasih atas terlaksanya pembangunan jembatan ini. Keberadaan jembatan ini sangat teras manfaatnya terutama bagi aktivitas warga dan anak anak sekolah, dan masyarakat sendiri selaku penerima manfaat bisa menggunakannya dan merawatnya untuk kepentingan bersama, ” kata Suryana mewakili pemcam.
Sebagai penerima manfaat dan mewakili pemdes, Miftah selaku Kepala Desa Sirnasari Kecamatan Surade, merasa bersyukur telah dibangunnya kembali jembatan gantung Citamiang tersebut.
“Alhamdulillah, sebagai penerima manfaat tentunya saya mewakili warga Desa Sirnasari mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam relaisasi pembangunan jembatan ini. Dengan begitu aktivitas warga akan kembali normal dan ekonomi warga bisa menggeliat lagi,” singkat Miftah.






