Pergerakan Tanah dan Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Puluhan Rumah Warga Terdampak

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025. Bencana tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi.

 

Salah satu kejadian menonjol adalah pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Palabuhanratu pada pukul 07.00 WIB. Peristiwa ini berdampak pada permukiman warga di Desa Pasirsuren dan Desa Cikadu, menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat terdampak bervariasi.

 

Di Desa Pasirsuren, pergerakan tanah terjadi di Kampung Nyalindung dan Kampung Cirawa. Di Kampung Nyalindung, tercatat 29 unit rumah terdampak yang tersebar di enam RT. Sementara itu, di Kampung Cirawa terdapat 18 unit rumah terdampak akibat pergeseran tanah yang terjadi di sekitar permukiman warga.

Baca juga:  Kuasa Hukum Bangunan Pasar Monyet Palabuhanratu Ajukan Gugatan, Minta Pembongkaran Ditunda

 

Selain itu, pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Gempol, Desa Cikadu, yang mengakibatkan 14 unit rumah terdampak, masing-masing berada di RT 01/07 dan RT 02/07.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi telah menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, serta pemantauan kondisi tanah. Warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Baca juga:  Damkar Kabupaten Sukabumi Turut Evakuasi Dua Pekerja Tertimbun Longsoran TPT di Palabuhanratu

 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan muncul retakan tanah baru, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.

 

Selain pergerakan tanah, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Cibitung. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB mengakibatkan rangka atap rumah milik Ibu Minarsah di Kampung Cigombong RT 02/01, Desa Cibitung, ambruk.

Baca juga:  Banjir Batu dan Tanah di Ruas Jalan Provinsi Cisolok

 

Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan. BPBD bersama unsur pemerintah setempat telah melakukan penanganan awal dan pendataan kebutuhan warga terdampak.

 

“Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi,” tambah pihak BPBD.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga, terutama saat hujan deras berkepanjangan dan angin kencang, serta segera melaporkan kejadian darurat ke aparat setempat atau BPBD.

Pos terkait