Peringatan Hari Gizi Nasional ke 64, “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting”

LINGKARPENA.ID | Sebagai rangkaian kegiatan perayaan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke- 64 tahun 2024, yang dilaksanakan pada minggu, (28/124) yang bertepatan dengan Car Free Day (CFD) Jakarta di Longmarch bundaran Hotel Indonesia hingga silang barat Monas.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dan dihadiri secara langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kemenko PMK diwakili oleh Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Jelsi Natalia Marampa, serta eselon 1 dan 2 dari Kementerian/Lembaga. Selain itu hadir juga organisasi profesi dan mitra-mitra lain yang berkaitan dan mendukung penurunan angka stunting.

Baca juga:  UPTD Puskesmas Kalibunder Diduga Pungut Biaya Pasien JKN, Anggota Komisi 1 jadi Geram

Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4% tahun 2021, namun masih perlu upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%.

Hasil yang cukup memprihatinkan dari survei yang sama adalah risiko terjadinya stunting meningkat sebesar 1,6 kali dari kelompok umur 6-11 bulan ke kelompok umur 12-23 bulan (13,7% ke 22,4%).

Hal ini menunjukkan ‘kegagalan’ dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia 6 bulan, baik dari segi kesesuaian umur, frekuensi, jumlah, tekstur dan variasi makanan.

Baca juga:  Zainul Arifin: Nakhodai Forum Silaturahmi PAC PPP Kabupaten Banyuwangi Sambangi DPP PPP Pusat, Ada Apa?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berpesan apabila berat badan anak/balita tidak naik segera diperiksakan ke dokter di Puskesmas supaya pertumbuhan dan perkembangannya terpantau.

“Dimasa ini sangat penting untuk memperhatikan dan menjamin kecukupan energi dan protein pada anak untuk mencegah terjadinya stunting. Protein hewani penting dalam penurunan stunting,” ajaknya.

Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan indikator konsumsi pangan yang berasal dari hewan, seperti daging, ikan, telur dan susu atau produk turunannya (keju, yoghurt dan lain-lain).

Baca juga:  Ketua DPD RI Dorong Produksi Massal Vaksin Merah Putih, Penuhi Kebutuhan Nasional

“Salah satu tujuan dari kegiatan ini untuk menggencarkan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya MP-ASI yang kaya protein hewani dalam percepatan penurunan stunting serta meningkatkan komitmen dan kerja sama antara pemerintah baik sektor kesehatan maupun non kesehatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta swasta dalam rangka kampanye pencegahan stunting dengan protein hewani,” katanya.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan promosi tersebut karena banyak both/ stand tentang gizi dan makan dengan menu MP-ASI yang mengedukasi untuk mencegah stunting dan hidup sehat.**

Pos terkait