Permintaan Kerjasama Gebyar Vaksin, Kadin Indonesia Sukabumi: BPJS Ketenagakerjaan Masih Tidak Respon

Berdasarkan jadwal yang disusun BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, vaksinasi tersebut tidak menyentuh kalangan industri secara langsung. BPJS Ketenagakerjaan bekerja dengan unsur pemda yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan vaksinasi untuk masyarakat umum.

“Mengapa kepada kami, BPJS Ketenagakerjaan mengatakan tidak ada anggaran? Sementara dengan lembaga lain tersedia anggaran untuk menyelenggarakan vaksinasi,” tuturnya.

Baca juga:  Pergerakan Tanah Ancam SDN Ciherang Nyalindung, Wali Murid Was-was Hadapi Musim Hujan

Gebyar vaksin industri diselenggarakan langsung di pabrik-pabrik dengan sasaran para pekerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan industri. Dalam program ini, Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi berhasil mendorong partisipasi para pengusaha untuk ikut membiayai gebyar vaksin industri.

Baca juga:
Pemdes Cikujang Apresiasi Forkopimda untuk Gebyar 1000 Vaksin Lansia

“Melalui program ini kami ikut mendorong penerbitan sertifikasi sehat pelaku industri untuk menghadapi ancaman Covid-19. Kami juga mendukung regulasi sesuai PeduliLindungi yang menjadi syarat mutlak bertahannya eksistensi investasi di daerah dan dunia industri. Imbas dari program ini juga mendukung kelancaran pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dari setiap perusahaan,” jelas Tresna.

Baca juga:  Dua dari Tiga Pencuri di Puskesmas Simpenan, Bernasib Sial

Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi memang sangat serius dengan program gebyar vaksin industri. Betapa tidak, melalui program ini, Kadin mentargetkan vaksinasi bagi 151 ribu pekerja dan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait