Pihak PT SSP Singgung APH, “Kemana Keluarnya Pasir Besi di Tegalbuled”

Hamparan Pair Besi di Kecamatan Tegalbuleud | Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pihak PT Sumber Suryadaya Prima (SSP) mempertanyakan pasir besi di Kecamatan Tegalbuled yang di angkut oknum pengusaha. Disinyalir keluarnya pasir besi tersebut tidak memiliki Surat Keterangan Asal Barang (SKAB).

Diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun, letak pasir tersebut berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP) operasi PT SSP.

Endang Taufik Kurohman, salah satu karyawan SSP mengatakan pada lingkarpena.id pasir besi yang ditarik oleh oknum tersebut ilegal dan tidak jelas SKAB nya.

Menurutnya pasir yang berada di izin SSP dulu di produksi oleh Prum Daerah Aneka Tambang (PDAT) yang sekarang menjadi Perumda ATE termasuk penyertaan modal yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Baca juga:  Hujan Angin Warnai Pembukaan Kemping Pramuka, Warga: Kita Butuh Jasa Pawang Hujan

Dengan kejadian keluarnya pasir besi sekarang tentunya ini harus disikapi serius oleh Aparat Penegak Hukum (APH) Khususnya Krimsus dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD terutama Komisi I.

“Ya, persoalan ini harusnya jangan didiamkan dong. Ya harus antisipasi guna menjaga stabilitas dan kondusifitas, karena ditakutkan terjadi pro-kontra kepentingan,” ujar Endang kepada Lingkarpena.id Kamis, (24/12/23).

“Saya mohon pada unsur terkait dengan adanya kejadian ini harus cepat di tangani jangan ada kesan pembiaran, menurut informasi yang dihimpun barangnya Pasir Besi dibawa ke Bayah,” sambungnya.

Baca juga:  DR.Sundawan Sapa Warga Nelayan Tegalbuleud, "Hari Nelayan Sprit Juang Nelayan Sukabumi"

Sementara itu saat pihak Lingkarpena.id saat menghubungi Camat Teglalbuled Supendi lewat sambungan teleponnya, namun dirinya sedang ada kegiatan di Bandung. Camat mengarahkan untuk coba menghubungi Kepala Desa Teglalbuled.

Dihubungi terpisah, Ramdan Arif Firmansyah Kepala Desa Tegalbuled saat dihubungi lewat sambungan teleponnya dan membenarkan adanya aktifitas penarikan pasir besi diwilayahnya itu.

Akan tetapi kata Rqmdan, terkait kerjasama dan perijinan pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Namun pihak perusahaan pernah datang untuk memberikan kompensasi untuk lingkungan yang di wadahi oleh Forumdes.

“Mengenai hasil rapat para pihak, desa tidak memiliki fakta integritas terkait hal itu. Sekalipun pembangunan jembatan itu perusahaan yang membangun l kami tidak mengetahui diranah tersebut,” jelasnya.

Baca juga:  Niat Berenang 6 Warga Bogor Terseret Ombak Ujung Genteng Satu Belum Ditemukan

“Untuk aktivitas penarikan pasir besi kurang lebih ada tiga harian. Adapun untuk armadanya itu ada sekitar 10 dum truck untuk mobilisasinya yang kita lihat,” katanya.

Lanjut Ramdan, mengenai muspika juga memberikan respon baik asalkan ada untuk lingkungan, “Sekali lagi kami muspika tidak merasa memiliki pasir besi silahkan saja itu urusan yang diatas,” tandasnya.

“Pihak terkait adalah pemilik lahan inisial A dan W serta perwakilan perusahaan yang datang kepihak Pemdes. Ya bilamana kelak terjadi permasalahan di atas, silahkan saja itu bukan kewenangan pihak kami,” pungkasnya.

Pos terkait