Polisi Bongkar Sindikat Tipu Gelap 95 HP Dilingkungan Pemkab Sukabumi, Kerugian Capai Rp 1,9 Miliar

Polres Sukabumi Kota saat menggelar konferensi pers.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota, ungkap kasus sindikat penipuan dan penggelapan 95 unit handphone serta membekuk delapan terduga pelaku.

Dalam kasus ini salah satunya terduga pelaku berinisial KH (43). Ia mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun mengatakan, kasus tersebut terjadi pada 5 September 2023, sekira pukul 11.45 WIB di halaman Parkir Gedung Pendopo Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kasus tersebut telah dilaporkan oleh korban ke Polres Sukabumi Kota pada 28 Oktober 2023 belum lama ini.

Baca juga:  Armada Bus di Terminal Tipe-B Palabuhanratu Wajib Uji Laik Jalan

“Jadi kronologi kejadian itu berawal pada saat perusahaan tempat pelapor bekerja mendapatkan pekerjaan pengadaan 95 handphone selama tujuh hari kerja. Saat itu korban mengantarkan barang sesuai dengan permintaan dari KH, ke kantor Pendopo,” kata Bagus dalam konferensi persnya di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (13/22/2023).

“Proses serah terima barang terjadi dilakukan di halaman parkir kantor Pendopo. Kemudian barang itu langsung dipindahkan ke mobil dinas untuk di bawa ke Pemkab Sukabumi ke wilayah Palabuhanratu,” sambungnya.

Lanjut dia, setelah proses serah terima itu pada tanggal 23 oktober 2023, korban berangkat menuju ke kantor Pendopo Kabupaten Sukabumi dengan maksud untuk melakukan penagihan barang tersebut kepada KH.

Baca juga:  Diduga Frustasi Kepergok 'Gituan' Remaja di Simpenan Ditemukan Gantung Diri Esok Harinya

“Nah saat korban sudah berada di kantor Pendopo, ternyata pelaku KH nomor handphonenya tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Akhirnya korban pun berangkat menuju kantor Pemkab Sukabumi untuk menemui pihak dari BPKAD, sekira pukul 16.00 WIB,” katanya.

Lalu kemudian korban pun mendapat informasi bahwa pelaku KH yang mengaku sebagai PKK itu tidak ada dalam daftar PNS/STAFF/fungsional di Kantor BPKAD.

“Atas peristiwa tersebut, perusahaan tempat pelapor bekerja mengalami kerugian mencapai Rp 1,9 miliar,” tugasnya.

Baca juga:  Cegah Banjir, Koramil Cibadak Gelar Karya Bakti Bersihkan Sungai

Selain mengamankan tersangka, lanjut Bagus, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu bundel Surat Perintah Kerja (SPK), satu bundle serah terima penyerahan barang, satu lembar foto penyerahan barang, satu potong celana panjang warna coklat, satu pasang sepatu warna putih dan tiga unit handphone berbagai merk.

“Terhadap pelaku kita sangkakan Pasal 378 KUHP, kemudian Pasal 372 KUHP dan Pasal 480 KUHP. Untuk saat ini para pelaku telah dilakukan penahanan dan proses penyidikan lebih lanjut di Polres Sukabumi Kota,” pungkasnya.

Pos terkait