LINGKARPENA.ID | Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke 56. OKK kali ini diikuti 240 peserta dari masing-masing perwakilan PWI Kota dan kabupaten se-Jawa Barat, Selasa (3/12/24)..
OKK ke 56 mengusung tema; “Wartawan Profesional PWI Berintegritas”. Turut hadir dalam pembukaan OKK PWI Jabar, Sekjen PWI Pusat Wina Armada, Kepala Bidang informasi dan komunikasi publik (IKP) Diskominfo Jawa Barat Viky Edya Martina serta Pengurus PWI Jawa Barat.
Dalam laporannya, ketua panitia OKK ke-56 , Ahmad Syukri mengapresiasi seiring tingginya antusiasme minat rekan-rekan wartawan yang mendaftar menjadi anggota PWI yaitu sebanyak 240 peserta dari perwakilan PWI kota kabupaten se-Jawa barat, target program sinergitas bersama pemerintah provinsi jabar dapat mencetak seribu kader wartawan yang berkompeten dan berintegritas melalui OKK gratis.
“Terima kasih atas dukungan pemprov jabar melalui Diskominfo yang telah mengimplementasikan program kinerja PWI dalam mencetak 1000 Wartawan berkompetensi dan berintegritas,” tutur Ahmad, selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jabar.

Sementara Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat selepas pembukaan OKK mengatakan, organisasi PWI sebagai bagian dari konstituen dewan pers yang harus bisa berkomitmen selama menjalankan tugas jurnalistik. Dengan metode komunikasi, merajut dan membangun sinergitas kemitraan sesuai peraturan dasar (PD) peraturan rumah tangga (PRT) kode etik jurnalistik (KEJ) dan kode perilaku wartawan (KPW).
“Sebagai organisasi profesi, kita berterima kasih atas atensi pemerintah provinsi jabar dalam mendukung dan mewujudkan program 1000 wartawan profesional dan berintegritas,” kata Hilman.
Dalam momen sakral ini, Ketua PWI Jabar pun menegaskan kepada seluruh peserta agar menjaga moral juga marwah profesi wartawan Indonesia. Selain itu Hilman juga mengingatkan kembali bahwa organisasi PWI bukanlah Ormas atau Humas pemerintah
“Saya harap seluruh peserta OKK dari awal sampai akhir bisa mengikuti secara baik, dari seluruh materi OKK yang akan disampaikan oleh tim pemateri. Ini agar menambah wawasan tentang bagaimana menjadi wartawan yang profesional dan berintegritas,” tegas Hilman di Hotel Horison, Jalan Pelajar Juang 45 nomor 121, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.
Kemudian, Ia pun berharap OKK angkatan ke-56 dapat sepenuhnya berhasil lulus dalam proses dan menjadi wartawan yang profesional. Bilamana nanti Anda dinyatakan lulus, maka sesuai amanat organisasi akan disumpah agar melaksanakan aturan PWI.
“Hindari membuat berita fitnah, bohong, itikad buruk, sara, kekerasan anak. Terutama wartawan terjerumus tindakan indikasi kriminal yang dapat merugikan anda sendiri dan keluarga,” tegas Hilman.
Masih di lokasi yang sama, Sekjen PWI Pusat, Wina Armada dalam closing statmennya mengatakan, wartawan Indonesia berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers sesungguhnya wakil rakyat Indonesia yang wajib tunduk, taatdan menghayati kepada aturan kode etik jurnalistik. Dan itu sebagai mahkota wartawan.
“Kita harus punya kebanggaan. Dalam sejarah tidak ada satupun fase sebelum atau sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, dimana peran wartawan turut berperan mencatatkan bahwa Indonesia harus berdaulat. Untuk itu jangan sampai menghianati profesi wartawan,” ringkas pakar hukum serta mantan anggota dewan pers ini.**






