LINGKARPENA.ID | Puluhan sopir angkutan umum perkotaan jurusan Nagrak-Cibadak bareng ojek online (Ojol) menggelar aksi demonstrasi dengan memblokir sebagian ruas jalan raya di Jilegong Nagrak Sukabumi.
Aksi tersebut dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, hingga menyebabkan kerugian besar bagi para sopir dan membahayakan keselamatan penumpang.
Para sopir, yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Angkutan Nagrak-Cibadak, mulai berkumpul sejak pagi di titik kumpul dekat simpang Nagrak. Sejumlah kendaraan angkutan berjejer terparkir di pelataran proyek Bocimi di Jilegong Nagrak.
“Perbaiki Jalan Kami, dan Keselamatan Penumpang Terancam!”. Mereka menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah dan waskita. Sudah lama jalan ini rusak parah. Setiap hari kami harus melewati lubang-lubang besar yang mirip kubangan kerbau,” ujar Uwok salah seorang sopir angkutan Nagrak.
Lanjut Uwok. Kerusakan jalan yang paling parah dilaporkan terjadi di beberapa titik antara Nagrak dan Cibadak, termasuk di sekitar Desa Balekambang dan Desa Karangtengah. Lubang-lubang menganga dan aspal yang mengelupas membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman dan memakan waktu lebih lama dari biasanya.
“Saya berharap aksi ini dapat membuka mata perusahaan Waskita untuk segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai ada tindakan nyata dari waskita. Ini bukan hanya masalah kami para sopir, tapi juga demi kenyamanan dan keselamatan seluruh masyarakat pengguna jalan ini,” tegas Uwok.
Pantauan dilokasi. Usai dilakukan musyawarah dengan pihak waskita dan Forkopimcam Nagrak, akhirnya pihak waskita memberikan jawaban dengan tuntutan para sopir angkutan Nagrak. Akan memperbaiki jalan rusaknya dalam jangka waktu dekat.**






