Warga Nelayan Ujunggenteng Keluhkan Kondisi Tower Membahayakan

FOTO: Begini kondisi Tower yang ada di wilayah Kalapa Condong Ujunggenteng, keberadaannya sangat membahayakan warga Nelayan.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah nelayan di Ujunggeteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi,
mengeluhkan kondisi tower mercusuar yang terletak di Pesisir Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang saat ini kondisinya cukup memperihatinkan. Mercusuar tersebut selain sudah tidak berfungsi, juga beberapa bagian menara sudah patah dan berjatuhan.

Letak menara mercuar ini tepat berada di pintu masuk dan keluar perahu ketika hendak melaut, nelayan disana menyebutnya Lalawangan. Akibat kondisi itu para nelayan yang biasa beraktivitas melaut di sekitar bangunan menara mercusuar kini selalu di hantui kecemasan.

Baca juga:  Rumah Warga di Palabuhanratu Sukabumi Terbakar, Dugaan Warga Korslet Listrik

Ketua rukun nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka mengungkapkan kekhawatirannya itu lewat media sosial. Dalam unggahannya itu Asep menyoal kondisi mercusuar yang sudah tidak berfungsi, bahkan beberapa bagian menara tersebut patah dan jatuh.

“Menara mercusuar di Ujunggengeng ada dua, masing masing berada di Pantai Kalapa Condong dan dekat Bagal Batre. Yang di Kalapa Condong kini kondisinya sudah rusak, bahkan beberapa bagian menara patah dan berjatuhan. Nah yang jadi persoalan kini nelayan yang biasa beraktivitas melautnya berangkat dari sana kini merasa cemas, takut tertimpa patahan menara,” kata Asep Jeka Kepada Lingkar pena.id Senin (14/7).

Baca juga:  Bangunan PAUD di Bantargadung Tergerus Longsor

Lanjut kata dia, karena dianggap membahayakan beberapa hari lalu para nelayan berencana hendak menurunkan menara tersebut, namun niat itu diurungkan ketika Asep melarang dan memberikan pemahaman kepada para nelayan.

” eberapa hari lalu menara itu akan diturunkan oleh para nelayan, karena mereka khawatir patahan besi menara yang jatuh akan mengancam keselamatan jiwa. Rencana itu batal setelah saya beri mereka pemahaman. Saya katakan kepada mereka jika menara ini merupakan aset negara, jadi tidak boleh semena mena, harus menempuh prosedur,” tambah Asep.

Baca juga:  HUT Ke 16 Desa Ujunggenteng Sukabumi

Sebagai Ketua Rukun Nelayan Ujunggengeng Asep Jeka kemudian berkirim surat permohonan dan pemberitahuan kepada dinas terkait. Diungkapkan Asep, keberadaan mercusuar bagi para nelayan Ujunggenteng sangatlah vital.

“Setiap kali melaut, terutama pada malam hari, para nelayan selalu memanfaatkan mercusuar sebagai patokan, terutama ketika mereka hendak pulang ke daratan. Karena mercusuarnya sudah tidak berfungsi ya para nelayan disini merasa kesulitan kalau hendak pulang melaut. Mereka menggunakan insting saja,” pungkas Asep.

Pos terkait