LINGKARPENA.ID | Ribuan massa aksi turun ke jalan di Kota Sukabumi, pada Senin ( 1/9/2025 ). Mereka tergabung dalam Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi ( Garasi). Tiga titik utama yang menjadi lokasi unjuk rasa, Mapolres Sukabumi Kota, Gedung DPRD, dan Balai Kota Sukabumi.
Massa mulai memggelar aksinya dengan melakukan long march dari Lapang Merdeka menuju Mapolres Sukabumi. Kasus tewasnya ojol Affan Kurniawan saat aksi demo di Jakarta, mereka suarakan di Mapolres Sukabumi. Massa menolak adanya tindakan represif aparat.
Usai menggelar orasi di halaman Mapolres Sukabumi Kota massa kemudian bergerak menuju Balai Kota Sukabumi. Disana Mereka melakukan orasi dan meyuarakan kekecewaan atas berbagai kebijakan pemerintah, tindakan represif aparat dan soal kenaikan tunjangan DPR dan DPRD.
Massa aksi yang merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus ini dalam unjuk rasanya menyampaikan 11 tuntunan mendesak. Sebelas tuntutan itu antara lain:
1. Menuntut DPR RI bertanggung jawab atas kerusuhan dan mengutamakan aspirasi rakyat sesuai Pasal 1 ayat (2) UUD 1945.
2. Mencopot Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan represif aparat terhadap massa aksi.
3. Presiden diminta bertanggung jawab dan mengambil langkah strategis untuk mengembalikan stabilitas politik yang berpihak kepada rakyat.
4. Polri diminta bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan dan korban lainnya, serta memecat oknum aparat yang terlibat.
5. Mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025 melalui investigasi independen, transparan, dan menyeluruh.
6. Melakukan reformasi struktural di tubuh Polri, menegaskan kembali fungsi utama sebagai pelindung rakyat.
7. Menjamin kebebasan berpendapat dengan menghentikan tindakan represif aparat di seluruh daerah.
8. Evaluasi moral terhadap Wali Kota Sukabumi yang dinilai tidak menunjukkan empati karena mengadakan acara hiburan di tengah duka rakyat.
9. Mencabut Perwal soal tunjangan DPRD Sukabumi, mulai dari tunjangan hari raya, perumahan, hingga transportasi.
10. Mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai langkah serius memberantas korupsi.
11. Mempercepat pembahasan RUU Transportasi Online demi kepastian hukum dan perlindungan bagi pekerja ojol.
Gelombang aksi massa berlanjut di halaman Gedung DPRD Kota Sukabumi. Mereka menilai gedung dewan sebagai respresentasi wakil rakyat, sehingga aspirasi yang disuarakan harus mendapat perhatian serius. Di halaman gedung dewan ini mereka kembali menyuarakan tuntutannya.
Kondisi sempat manas ketika massa aksi bubar. Mereka saling dorong, namun aksi unjuk rasa masih berlangsung dibawah pengawasan ketat aparat. Dan hingga malam hari situasi disekitar gedung DPRD Kota Sukabumi masih dijaga ketat aparat.






