LINGKARPENA.ID | Ritual tahunan di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, tahun 1446 Hijriah atau Juni 2025 mendapat perhatian khusus dari Orang nomor Satu dan Dua di Kota Sukabumi.
Pada peringatan Idul Kurban 1446 Hijriah Wali Kota Sukabumi, H Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana terlihat hadir ditengah-tengah Panitia Kurban dengan berfoto bersama. Hal ini menandakan kedekatan pemimpin dengan masyarakat.

Plt Direktur RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Pimpinan Pemkot Sukabumi di Peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 H, UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Tahun ini.
Menurutnya, bisa melaksanakan ibadah qurban merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sosial masyarakat banyak.
“Alhamdulillah kegiatan qurban tahun ini, turut dihadiri Pak Wali Kota Sukabumi dan Wakil Wali Kota Sukabumi. Tentunya kami sangat memberikan apresiasi atas dukungan penuh keduanya, sehungga terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Yanyan, Sabtu, 7 Juni 2025.
“Untuk jumlah kurban tahun ini ada 18 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Jumlah ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang terus tumbuh di antara para karyawan rumah sakit Syasudin ini,” tambah Plt Direktur RSUD R Syamsudin SH.
Tahun ini, panitia qurban menekankan pentingnya aspek kesehatan dan kebersihan, baik dalam pemilihan hewan maupun proses penyembelihan. Seluruh hewan qurban telah diperiksa oleh tenaga kesehatan hewan dan dinyatakan sehat serta layak sesuai dengan syariat Islam dan standar veteriner.
“Pastinya tahapan itu akan kami tempuh terlebih dahulu ya, kesehatan hewan juga sangat utama. Proses penyembelihan dilakukan secara higienis dengan menjaga kebersihan lingkungan serta mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.
Lanjut Yanyan, kegiatan ini lebih dari sekadar ritual tahunan. Pelaksanaan qurban di RSUD R Syamsudin SH juga mengusung prinsip keberlanjutan. Salah satu langkah nyata adalah pengelolaan limbah organik secara optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam proses distribusi daging.
“Jadi inisiatif ini menjadi cerminan kesadaran lingkungan yang mulai tertanam dalam pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan tahunan ini,” pungkasnya.**






