LINGKARPENA.ID | Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, melakukan kunjungan ke RS Betha Medika pada Kamis (27/3/2025) untuk meninjau penerapan teknologi digital dalam layanan kesehatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan implementasi digitalisasi, terutama integrasi antrean online Mobile JKN dengan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) rumah sakit.
Sebagai rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, RS Betha Medika telah
mengadopsi berbagai inovasi digital seperti sistem antrean online, integrasi klaim, validasi sidik jari (fingerprint), dan rekam medis elektronik (E-RME). Penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien dalam mengakses layanan kesehatan.
Edwin Aristiawan menyoroti pentingnya perubahan budaya dalam manajemen antrean pasien. Ia menegaskan bahwa meskipun sistem telah diterapkan dengan baik,
kedisiplinan pasien dalam mengikuti jadwal pelayanan sangat berpengaruh terhadap kelancaran operasional rumah sakit.
“Jadi bagaimana menurunkan waktu tunggu tadi, kalau tadi saya sedikit concern terhadap jam start tadi, itu nanti terjadi penumpukan. Di depan sudah bagus, tetapi di belakang, wah kelihatan akan terjadi masalah,” ujar Edwin.
Ia juga mengingatkan agar pasien datang sesuai jadwal antrean untuk menghindari kepadatan yang berisiko meningkatkan penularan penyakit.
“Harapan saya, pasien yang datang tepat pada waktunya. Bahasa teori namanya just in time. Jadi poinnya kalau belum waktu mendapatkan pelayanan (sesuai antrean), jangan
datang terlalu cepat, sesuai dengan waktu antreannya saja, dikhawatirkan akan tertular penyakit lainnya, awal hanya 1 penyakit, pulang-pulang bertambah penyakitnya. Harapnya sekali dia datang dapat langsung selesai,” jelasnya.
Di waktu yang sama, Edwin mengapresiasi pencapaian rumah sakit dalam mempercepat waktu pelayanan pasien.
“Terlepas dari itu, saya mengapresiasi terkait jam masa pelayanan. Kalau dilihat dari data, ini menunjukkan perubahan masa pelayanan yang makin cepat. Waktu pelayanan sekarang sudah turun jadi 2,5 jam dan kemungkinan bisa menjadi 2 jam. Saya harapkan
waktu atau masa pelayanan ini bisa lebih cepat lagi,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan aplikasi Mobile JKN untuk mengurangi kepadatan di rumah sakit.
“Sebetulnya Mobile JKN adalah sasarannya penurunan antrean di rumah sakit. Saya harapkan, walaupun peserta tetap ingin datang lebih awal, maksimal datang 1 jam lebih awal dari estimasi waktu tunggu di Mobile JKN, jadi tidak terjadi penumpukan di rumah sakit,” katanya.
Lebih lanjut, Edwin menekankan bahwa BPJS Kesehatan juga berperan dalam mendorong literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan.
“Tujuan akhirnya kita melalui jalur JKN, BPJS Kesehatan itu ikut berkontribusi untuk
membangun masyarakat Indonesia yang melek digital. Dibandingkan negara tetangga, literasi digital kita masih jauh. Jadi yang saya harapkan dengan adanya JKN ini dapat
menambah masyarakat yang melek digital,” pungkasnya.
Dengan berbagai inovasi yang telah diterapkan, RS Betha Medika terus berkomitmen dalam meningkatkan layanan berbasis digital. Oleh karena itu, pihak rumah sakit berhak
mendapatkan Piagam Penghargaan atar komitmennya dalam mengimplementasikan transformasi digital.
Direktur RS Betha Medika, dr. Indra Santosa Purnomo, M.A.R.S, M.M, menyambut baik arahan dari BPJS Kesehatan dan berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem
digitalisasi di rumah sakit.
“Kami merasa bangga atas perhatian dari BPJS Kesehatan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis digital,” ujar Indra.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini memberikan motivasi lebih bagi tim rumah sakit untuk semakin memperkuat implementasi teknologi.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi sistem yang telah diterapkan dan mencari solusi agar layanan semakin optimal. Kami berkomitmen untuk
terus berinovasi guna memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ucapnya.
Lebih lanjut, Indra juga menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan atas implementasi transformasi digital di RS Betha Medika.
“Saya mewakili seluruh Tim Manajemen RS Betha Medika beserta jajaran mengucapkan
terima kasih atas piagam penghargaan yang diberikan. Tentunya, hal ini menjadi motivasi
bagi kami dan rumah sakit lain untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pasien khususnya Peserta JKN,” tutupnya.






