LINGKARPENA.ID | Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia 2025 sekaligus HUT ke-105 UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H., kami hadir melalui kegiatan Roadshow Edukasi Kesehatan Jantung dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Bank Negara Indonesia (BNI) pada hahri Selasa, 23 September 2025.
Kegiatan ini diisi oleh narasumber yaitu dr. Ratna Dewi Cahyaningtias, Sp.JP., FIHA dan Tim Bantuan Hidup Dasar RSUD R. Syamsudin, S.H., dengan tujuan mengedukasi masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan jantung dan menguasai teknik Bantuan Hidup Dasar untuk menyelamatkan nyawa.
Dalam pemaparannya dr. Ratna Dewi Cahyaningtias, selaku narasumber dalam kegiatan mengajak audiens. Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap darurat demi kehidupan yang lebih baik.
“Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support adalah serangkaian tindakan pertolongan awal yang dilakukan untuk menjaga sirkulasi darah dan oksigen ke otak dan organ vital lainnya pada seseorang yang mengalami henti napas atau henti jantung, hingga bantuan medis profesional tiba,” jelasnya.
Lanjut dr. Ratna Dewi Cahyaningtias, tindakan ini juga dapat dilakukan oleh orang awam maupun tenaga kesehatan, meliputi teknik dasar seperti kompresi dada dan pemberian napas buatan, serta memanggil bantuan darurat.
“BHD harus segera dilakukan pada korban yang tidak sadar, tidak bernapas, atau tidak sadarkan diri akibat kondisi darurat seperti henti jantung, serangan jantung, atau kecelakaan,” terangnya.
Tujuan Utama BHD
Menjaga pasokan oksigen ke otak dan organ vital lainnya. Mencegah kerusakan otak permanen akibat kekurangan oksigen. Mempertahankan kehidupan korban sampai bantuan medis profesional datang.
Langkah-langkah Umum BHD
Meskipun ada pedoman yang terus diperbarui, langkah-langkah dasar BHD biasanya meliputi:
D (Danger): Amankan diri Anda, pasien, dan lingkungan sekitar agar tidak ada bahaya lebih lanjut.
R (Respons): Periksa apakah korban tidak sadar dengan menepuk bahunya dan memanggil namanya.
S (Shout/Send for help): Segera panggil bantuan dengan menelepon layanan darurat (misalnya 119) atau meminta orang lain melakukannya.
C (Circulation): Periksa denyut nadi di leher dan pergerakan dada untuk memastikan apakah ada sirkulasi dan pernapasan.
A (Airway) & B (Breathing): Jika tidak ada napas dan denyut nadi, buka jalan napas dan berikan bantuan napas.
Kondisi Tidak Bernapas: Jika korban tidak bernapas, lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali lalu berikan dua kali napas buatan (Resusitasi Jantung Paru/RJP atau CPR).
Pentingnya Pelatihan BHD
Melakukan BHD dengan cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup korban dan mengurangi risiko kerusakan organ permanen, oleh karena itu edukasi dan pelatihan BHD sangatlah penting bagi masyarakat umum maupun tenaga kesehatan.**






