Sejumlah Regulasi Program Pemdes Sukajadi Cimanggu Disorot Warga, Ini Penjelasan Kades

FOTO: Sejumlah perangkat desa dan tokoh desa Sukajadi Kecamatan Cimanggu saat berada di depan Kantor Desa.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, disorot warganya. Yang menjadi bidikan warga terkait regulasi bansos BLT DD tahun 2024 yang dinilai tidak transparan.

Selain soal penyaluran BLT DD, warga menyoal pula adanya pembangunan fiktif yang dibiayai APBDes Tahun 2023, yakni pembangunan jalan lingkungan Pasirawi.

Akumulasi persoalan berujung terjadinya audensi antara warga dengan pemerintah Desa Sukajadi pada 20 Mei 2024. Puluhan warga mendatangi kantor Desa Sukajadi untuk menyampaikan beberapa persoalan yang dianggap warga tidak transparan.

Seorang warga menuturkan, penyaluran BLT DD tahun 2024 diduga disalurkan tidak sesuai regulasinya.

“Fakta yang terjadi penyaluran bukan seutuhnya disalurkan kepada warga masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tetapi malah disalurkan kepada perangkat desa,” terangnya.

Terkait dengan masalah tersebut, Kepala Desa Sukajadi M. Zien kepada awak media menjelaskan, persentase Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa ( BLT-DD ) untuk Desa Sukajadi itu 10 persen dari anggaran dana desa yang masuk ke Desa Sukajadi dihitung dan dikalkulasikan, dan hasil dari pembagian itu, angka total dibagi dengan Rp 300 ribu itu muncul 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca juga:  Rapat Dinas, Bupati: Ciptakan Inovasi Terbaik untuk Sukabumi

Menjawab adanya tudingan bahwa penyaluran BLT DD tidak sesuai regulasi, dan hanya dinikmati perangkat desa serta ketua RT, M Zein menuturkan, Pemdes Sukajadi dalam musyawarah Kedusunan ( Musdus ) dengan 28 ketua RT disepakati bahwa pemdes memberikan kebijakan kepada para ketua RT untuk menentukan atau menyodorkan warganya yang dianggap layak sebagai penerima manfaat.

“Saat itu ada 16 ketua RT yang menyodorkan nama nama warganya untuk didaftarkan sebagai penerima manfaat, atau KPM,” tutur M. Zein.

Selain memberi ruang kepada para ketua RT dalam Musdus itupun disepakati, perangkat desa pun diberi hak yang sama yaitu diberi ruang untuk mengusulkan nama warga, baik itu tetangga maupun saudaranya, sebagai calon penerima manfaat atau KPM.

Baca juga:  Jelang Akhir Masa Jabatan, Kades Ojang: TMMD 116 Menjawab PR Infrastruktur di Desa Jambenenggang

“Jadi tudingan perangkat desa sebagai penerima manfaat itu tidak benar. Bukan perangkat desanya yang menerima tetapi tetangga ataupun saudara dari perangkat tersebut sebagai KPM nya,” ujar M. Zein.

Diakui Zein, karena keterbatasan dirinya sebagai kepala desa, dirinya memberi ruang kepada ketua RT atau perangkat desa supaya bisa memferivikasi data warga sesuai anjuran dinas sosial.

Beberapa warga Desa Sukajadi menduga diwilayahnya ada pembangunan fiktif yang didanai APBdes tahun 2023. Pembangunan itu adalah pengerasan jalan lingkungan di Kampung Pasirawi Desa Sukajadi.

Menyoal itu, Kepala Desa Sukajadi M. Zein menjelaskan, pembangunan jalan lingkungan di Kampung Pasirawi dengan total anggaran Rp 140 juta, berdasarkan hasil pengukuran inspektorat dari 400 meter panjang jalan yang harus dibangun hanya 280 meter yang dikerjakan.

Baca juga:  Rumah yang Dihuni 3 KK di Cimanggu Sukabumi Ludes Terbakar

Dijelaskan lebih lanjut, tidak rampungnya pengerjaan jalan lingkungan di Kampung Pasirawi itu, kata M. Zein, atas dasar adanya usulan beberapa tokoh masyarakat dan PPK, untuk mengalihkan material ( batu ) ke beberapa tempat yang dinilai penting dan bersifat darurat.

“Waktu itu sebagian masyarakat meminta kepada pihak desa untuk tidak melanjutkan, karena jalannya buntu. Pa kades… Jangan dilanjutkan, karena jalannya buntu..” ujar M. Zein menirukan ucapan warga.

Matetian bangunan ( batu ) untuk pengerasan jalan lingkungan Kampung Pasirawi, kata M. Zein, saat itu dialihkan ke beberapa titik lokasi yang dianggap lebih penting.

“Material dialokasikan ke Gang Solih, 4 truk ke Jalan Sempurjaga, ke gang Saep yang di kampung Pesanggrahan, dan 2 truk ke Kampung Pasirlaja. Abdi selaku pemdes mengikuti saran dari warga,” pungkas Zein.

Pos terkait