LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus maraton memacu potensi wisata yang dimilik wisata di masing-masing desa. Hal tersebut diawali dengan melakukan pelatihan kepada seluruh kepala Desa di Kabupaten Sukabumi.
Hal tersebut dijelaskan oleh Sub Koordinator Destinasi Baru Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Riky Agus Ramdan. Ia mengatakan melalui pelatihan yang digelar Dispar bertujuan untuk mencetak desa wisata seperti yang sudah diraih desa wisata Hanjeli Kecamatan Waluran.
“Agenda Dispar saat ini melalui tahapan pelatihan Desa wisata perubahan 2022. Ya target kita guna mencetak Desa Wisata yang lainnya. Contoh, yang sudah terbentuk desa Cisande dan Hanjeli,” tutur Riky Agus Ramdan, kepada media Senin (14/11/2022).
Lanjut Riky, kegiatan pelatihan ini akan dilakukan secara maraton kepada seluruh kepala desa di 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Mengingat runtutan kegiatan pelatihan dimulai dari wilayah 1 untuk yang pertama dilaksanakan.
“Hari ini 30 desa yang mengikuti kegiatan tahap pertama. Ya untuk tahap selanjutnya secara maraton kita lakukan di wilayah 2 dan seterusnya. Ya kita lihat situasinya saja nanti,” jelasnya.
Sub Koordinator Destinasi Baru Dispar menambahkan, kegiatan pelatihan dilaksanakan bertujuan agar kepala Desa bisa menjadi agen dalam mencari potensi-potensi wisata di daerah masing-masing yang sesuai dengan kriteria desa wisata.
“Makanya hari ini kepala desa kita kumpulkan. Nanti kita beri mereka visioner. Terus bulan Desember nanti kami dikumpulkan lagi untuk menyampaikan hasilnya. Nantinya masuk kriteria Desa wisata atau tidak. Ya jika kita harus kunjungi setiap desa akan memakan waktu lama,” tandas Riky.
Dispar berharap setelah pelatihan yang diikuti oleh 33 desa ini dapat muncul potensi desa wisata baru di desa lain selain Hanjeli dan Cisande.
“Mudah-mudahan untuk periode yang pertama ini dapat kembali muncul tiga hingga lima desa wisata baru di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.






