SMKN 1 Surade Galakkan Kampanye Transportasi Ramah Lingkungan, Ajak Taruna-Taruni Kurangi Kendaraan Pribadi

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, SMK Negeri 1 Surade Kabupaten Sukabumi meluncurkan kampanye transportasi ramah lingkungan. Program ini menekankan pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta mengajak seluruh warga sekolah untuk lebih banyak berjalan kaki atau memanfaatkan kendaraan umum saat berangkat ke sekolah.

 

Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, S.Kom, menjelaskan bahwa setiap hari ratusan taruna-taruni berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan sekolah, tetapi juga memperparah polusi udara.

 

“Semakin banyak kendaraan pribadi yang digunakan, semakin tinggi pula potensi pencemaran udara dan kemacetan di sekitar sekolah. Karena itu, kami ingin mengubah kebiasaan ini dengan langkah sederhana tapi berdampak besar,” ujar Erip saat ditemui di kampus SMKN 1 Surade, Jalan Raya Cipeundeuy, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/10/2025).

Baca juga:  Kukuhkan Paskibra, Bupati: Tanamkan Patriotisme dan Berjiwa Merah Putih

 

Melalui program ini, SMKN 1 Surade mendorong taruna-taruni yang tinggal tidak jauh dari sekolah agar membiasakan diri berjalan kaki. Sementara bagi yang berdomisili lebih jauh, dianjurkan menggunakan kendaraan umum atau diantar-jemput oleh orang tua maupun wali.

 

Erip menegaskan, kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi para siswa secara langsung.

 

“Dengan berjalan kaki, siswa bisa lebih sehat, lebih disiplin, dan tentu lebih hemat biaya transportasi. Ini juga bagian dari pendidikan karakter, karena membentuk mental dan fisik yang kuat,” jelasnya.

 

Langkah yang diambil SMKN 1 Surade ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat ‘Gapura Pancawaluya’, yang salah satu fokusnya adalah membangun karakter pelajar serta menanamkan nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan pendidikan. Inisiatif tersebut bahkan telah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, yang menilai program ini sebagai contoh nyata penerapan sekolah hijau (green school).

Baca juga:  Dua Ruang Kelas SDN Cisarua Purabaya Nyaris Ambruk

 

Salah satu kegiatan utama dalam program ini bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Kendaraan Umum dan Jalan Kaki Menuju Sekolah.” Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berupaya menanamkan nilai tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap alam sekitar kepada seluruh warga sekolah.

 

“Kami ingin semua pihak terlibat guru, taruna-taruni, hingga masyarakat sekitar. Jika setiap orang bisa berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum minimal dua kali seminggu, dampaknya akan luar biasa bagi lingkungan,” tambah Erip.

 

Sementara itu, Ketua Gapura Pancawaluya SMKN 1 Surade, Mulyadi, S.Pd, menuturkan bahwa selain kampanye internal, sekolah juga berencana menggandeng komunitas lingkungan, pihak kepolisian, serta Dinas Perhubungan untuk menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan edukasi transportasi berkelanjutan.

Baca juga:  Bupati Marwan Hadiri Rakor Dewan Pendidikan, K3S dan MKKS Berperan Wujudkan Visi Kab Sukabumi

 

“Kami ingin menjadikan gerakan ini sebagai budaya baru di lingkungan sekolah. Dari kebiasaan kecil, kita bisa membawa perubahan besar bagi bumi,” ungkap Mulyadi.

 

Ia pun menutup dengan ajakan kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk ikut serta menjaga bumi melalui tindakan nyata.

 

“Mari kita mulai dari diri sendiri. Menjaga bumi bukan tugas orang lain, tapi tanggung jawab kita bersama. SMK Negeri 1 Surade berkomitmen menjadi sekolah hijau dan berkelanjutan,” tegasnya.

 

Dengan inisiatif ini, SMKN 1 Surade berharap dapat menjadi pelopor perubahan gaya hidup ramah lingkungan di kalangan pelajar Sukabumi, sekaligus mendukung gerakan nasional menuju Indonesia hijau dan berkelanjutan.

Pos terkait