LINGKARPENA.ID | Kedusunan Cibungur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu titik lokasi terdampak bencana pergerakan tanah di Kecamatan Waluran.
Sosok kepala dusun (Kadus) Cibungur, Dedi (40) patut diparesiasi. Kinerjanya tak mengenal lelah siang malam mencari cara agar warganya bisa mendapatkan bantuan paska dilanda bencana.
“Saya merasa bertanggungjawab atas nasib warga. Ini sudah menjadi bagian pekerjaan saya. Alhamdulilah, setiap ada bantuan dari para donatur dan langsung saya salurkan kepada mereka,” ujar Dedi, kepada Lingkar Pena Senin (16/12).
Di Kedusunan Cibungur, kata Dedi, ada tiga ke RT an yang terdampak, yakni Kampung Cipipisan RT 01/04, Kampung Citamiang RT 02/04 dan Kampung Cibungur RT 08/04, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.
“Di tiga ke RT an tersebut beberapa warga korban terdampak pergerakan tanah. Rumah mereka mengalami kerusakan ringan dan berat. Bahkan di Kampung Citamiang ada rumah ambruk,” terang Dedi.
Dijelaskan Dedi, di Kedusunannya ada beberapa warga terdampak. Yang paling mengalami dampak terparah, yakni Sadrudin (53) 1 KK 5 jiwa Kampung Cipipisan RT 01/04, Edah (70 Kampung Citamiang RT 02/04. 2 KK 5 jiwa, dan Lili (65) kampung Cibungur RT 08/04.
Kepala Dusun yang putra asli Kampung Cibungur ini mengaku sudah 16 tahun aktif sebagai abdi warga. Direntang waktu cukup lama itu ia tahu benar kondisi warganya. Dan sebaliknya, warga pun mengaku tahu sepaktetjang sosok kepala dusun beristrikan Wulansari ini.
“Iya dulu Kang Dedi pernah mengutarakan untuk mundur sebagai kepala dusun tetapi warga menolaknya. Kami sudah nyaman dengan kang Dedi. Dia lebih mengutamakan kepentingan warga daripada pribadinya,” ujar salah satu warga yang diminta tanggapannya.
Kata warga yang lain, dulu ketika kampungnya menerima bantuan untuk pembuatan jalan lingkungan sepanjang 350 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 0,12 sentimeter, dengan anggaran Banpres Rp 100 juta. Karena jalan tersebut hasilnya ingin maksimal, Dedi relawan merogoh kocek sendiri untuk menutup kekurangan anggaran sebesar Rp 5 juta.
“Nah dari itu saja saya sangat simpati dengan Kang Dedi. Bukannya memakan uang bantuan malah dia sendiri mau mengeluarkan kekurangan anggaran,” timpal Warga lainnya.
Dari dampak bencana kemarin, kata Dedi, ada satu permintaan yang patut mendapat perhatian pemerintah yakni membangun kembali jembatan Cibungur penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon dan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.
“Akibat terdampaknya jembatan tersebut kami warga merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas, terutama anak anak sekolah, mereka harus libur sekolah karena jembatan tidak bisa dilalui,” keluh Dedi.






