Sungguh Pilu Nasib Remaja Ciracap Sukabumi Ini, Belasan Tahun Terbaring di Tempat Tidur

FOTO: Beginilah kondisi MAR (15) Tahun, remaja asal Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi sudah belasan tahun hanya terbaring.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Nasib malang menimpa seorang anak berinisial MAR (15) warga Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. MAR adalah anak pertama pasangan Dadan Hermawan (36) dan Desi Robiyanti (33).

Remaja ini diduga mengalami jaringan sarafnya terganggu, kondisinya saat ini amat memprihatinkan. Sementara keluarganya mengaku tak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit.

Ibu dari MAR, Desi Robiyanti menyatakan, akibat penyakit yang diderita anaknya tersebut, membuat kondisi fisiknya setiap hari semakin memburuk. Tubuhnya semakin kurus dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

“Anak saya hanya bisa tiduran selama ini. Sejak pertama kali diketahui sakit dan sampai sekarang sudah tidak bisa apa-apa lagi,” ujar Desi kepada lingkarpena.id Senin, (24/6/2024).

Desi mengatakan, dirinya sudah beberapakali membawa anaknya berobat ke rumah sakit di Sukabumi. Namun tak kunjung membaik. Karena lelah, terkendala dengan biaya yang ada ahirnya ia membawa pulang anaknya, hanya berobat di kampung.

Baca juga:  PAC Pemuda Pancasila Ciracap Gelar RPP Masa Bakti 2024 - 2027

“Kalau berobat ke rumah sakit sudah tidak lagi. Bukan apa apa karena tidak ada biaya. Dulu saja setiap Minggu kami harus menyediakan uang sedikitnya Rp 500 ribu,” ujar Desi.

Sebagai orangtua Desi terus berupaya untuk kesembuhan anak sulungnya itu.
Ia dan suaminya pernah membawa MAR ke beberapa ahli pijat tetapi, namun usahanya belum berbuah manis.

“Lebih dari 30 orang tukang pijat, yang menurut orang orang sangat ahli, pernah saya datangi. Namun belum ada nasibnya mungkin,” keluh Desi.

Baca juga:  Dukung Pemerintah Capai Target 17 Persen Prevalensi Stunting 2023, Semen SCG Inisiasikan Program 'Aku Suka Ikan'

Kini keseharian MAR hanya terbaring ditempat tidur. Segala sesuatu masih memerlukan bantuan ibunya, termasuk makan dan minum juga mandi.

“Setiap hari harus ganti pempers. Kalau BAB pun masih saya yang urus. Tadi juga saya hampir terjatuh saat membopongnya,” ujar Desi.

Meskipun hingga saat ini ia mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, namun hatinya sedikit lega ketika seorang anggota dewan memberinya kursi roda.

“Belum.. belum pernah menerima bantuan kecuali ada bantuan kursi roda dari pak dewan Dadang,” ucap Desi.

Cerita Desi, dirinya tidak menyangka jika anak sulungnya akan bernasib seperti itu.
Sebab katanya ketika bayi MAR terlahir normal seperti anak pada umumnya. Hanya saja yang menandakan ada kelainan ketika MAR menginjak usia 9 bulan. MAR ketika itu tidak pernah tengkurep layaknya bayi biasa.

Baca juga:  Jembatan Gantung Rewod Sukabumi Diresmikan, Camat Ciracap: Semoga Tak Ada Lagi Korban

“Sejak lahir saya tidak merasakan sesuatu yang aneh. Tapi ketika ia berusia sembilan bulan kesehariannya hanya telenteng, tak pernah tengkurep. Saya tidak curiga apa apa, mungkin ini kan anak pertama, saya saat itu kurang hapal betul,” cerita Desi.

Lanjut Desi, saat bayi kedua tangan anaknya itu bergerak normal. Tapi kini hanya tangan bagian kanannya yang bisa bergerak. Untuk mengetahui kepastian penyakit yang diderita anaknya, ia membawanya ke salah satu rumah sakit ternama di Sukabumi. Hasil cek media, kata Desi, anaknya dinyatakan terkena gagal saraf motorik.

Pos terkait