<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pedagang Kaki Lima &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/pedagang-kaki-lima/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Dec 2023 15:43:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Pedagang Kaki Lima &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>40 PKL di Zona Merah Kota Sukabumi Kena Sanksi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/40-pkl-di-zona-merah-kota-sukabumi-kena-sanksi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/40-pkl-di-zona-merah-kota-sukabumi-kena-sanksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 15:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[PKL Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanksi PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Merah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=36947</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/40-pkl-di-zona-merah-kota-sukabumi-kena-sanksi/" title="40 PKL di Zona Merah Kota Sukabumi Kena Sanksi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi bekerja sama dengan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri menggelar Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar ketentuan.</p>
<p>Seperti pelaksanaan sidang Tipiring tersebut sempat ditinjau pula oleh Penjabat Wali Kota, Kusmana Hartadji.</p>
<p>Penjabat Wali Kota usai melakukan peninjauan mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menertibkan dan memberikan efek jera bagi para PKL yang masih melanggar peraturan dengan berjualan di zona merah.</p>
<p>&#8220;Salah satu langkah kita untuk membuat para PKL tertib dan berkomitmen memenuhi peraturan, makanya kita lakukan Sidang Tipiring. Dari pagi tadi hampir 30 orang terjaring dan langsung disidangkan. Ini memberikan efek jera agar tidak berjualan di zona merah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Disampaikan pula oleh Kusmawan, kegiatan ini bukan berarti Pemerintah tidak mendukung keberadaan para PKL yang termasuk kedalam kategori usaha mikro saja.</p>
<p>&#8220;Tapi ini merupakan upaya pemerintah untuk melakukan penataan wilayah dalam rangka meningkatkan kenyamanan masyarakat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Ayi Jamiat menerangkan, dalam kegiatan ini terjaring sekitar 40 orang PKL yang berjualan di area fasilitas umum dan zona merah seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan.</p>
<p>Ayi juga menyampaikan bahwa sebelumnya para PKL tersebut sudah diingatkan oleh pihaknya agar berjualan sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>&#8220;Sidang Tipiring terhadap PKL yang ada dizona merah itu terdiri dari Jalan R.Syamsudin SH, R.E Martadinata, Suryakencana, Siliwangi, Perintis Kemerdekaan dan Perpustakaan. Kemudian terhadap PKL yang berjualan di area fasilitas umum seperti kawasan Alun-alun. Hari ini didapatkan sekitar 40 orang PKL yang sebelumnya sudah diingatkan,&#8221; kata Ayi.</p>
<p>Dijelaskan lebih lanjut sanksi yang diberikan dalam Sidang Tipiring adalah denda uang berkisar antara Rp. 20 ribu – 50 ribu tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan PKL tersebut.**</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/40-pkl-di-zona-merah-kota-sukabumi-kena-sanksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satpol PP Tertibkan PKL Pada Area Terlarang di Palabuhanratu</title>
		<link>https://lingkarpena.id/satpol-pp-tertibkan-pkl-pada-area-terlarang-di-palabuhanratu/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/satpol-pp-tertibkan-pkl-pada-area-terlarang-di-palabuhanratu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 14:55:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan Palabuhanratu]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Penertiban PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Satpol PP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=36390</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/satpol-pp-tertibkan-pkl-pada-area-terlarang-di-palabuhanratu/" title="Satpol PP Tertibkan PKL Pada Area Terlarang di Palabuhanratu" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dalam rangka menjaga ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan kebersihan lingkungan dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan secara sembarangan di area terlarang, sejumlah personel Satpol PP melakukan penertiban.</p>
<p>Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Syarifudin, menyatakan bahwa penertiban dilakukan secara rutin untuk normalisasi area publik dan trotoar yang masih digunakan sebagai tempat jualan atau parkir gerobak PKL.</p>
<p>Lokasi penertiban yang dilaksanakan personelnya mencakup area trotoar sekitar rumah sakit Palabuhanratu, lapangan Cangehgar, jalan Kenari, area sekitar kantor sekretariat daerah, alun-alun Palabuhanratu, dan sepanjang jalan Siliwangi.</p>
<p>&#8220;Penertiban terkait gerobak PKL yang sengaja diparkir sembarangan atau di tempat yang dilarang berjualan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Meski ada beberapa gerobak PKL yang tidak berjualan, namun tetap tidak diamankan oleh pemiliknya atau diparkir sembarangan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Syarifudin menyatakan bahwa kondisi tersebut mengganggu kenyamanan, tata kota, dan tata wilayah. Meskipun Satpol PP telah memberikan sosialisasi, himbauan, dan teguran kepada pengelola PKL untuk mengamankan atau menyimpan gerobak pada tempatnya, masih terdapat pelanggaran.</p>
<p>&#8220;Meski sudah diberi toleransi, namun masih terjadi pelanggaran,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kedepannya, Syarifudin menyatakan bahwa jika pelanggaran masih terus terjadi, Satpol PP akan terus memberikan pemahaman persuasif kepada PKL untuk mematuhi aturan yang berlaku.</p>
<p>Tindakan tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan akan diambil untuk menjaga situasi normalisasi.</p>
<p>&#8220;Jika masih melanggar, kami akan tindak tegas sesuai dengan peraturan, dengan proses hukum atau pro yustisia. Ini dilakukan untuk mempertahankan situasi normalisasi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Syarifudin mengajak masyarakat khususnya para pedagang kaki lima agar tetap mengindahkan aturan yang berlaku dalam berusaha atau berjualan.</p>
<p>&#8220;Harapan kami mereka mengikuti solusi, bukan aturan baku dari petugas. Ini dilakukan demi kepentingan bersama, pemerintah tidak melarang PKL untuk berusaha, namun harus mematuhi aturan zona yang dilarang,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/satpol-pp-tertibkan-pkl-pada-area-terlarang-di-palabuhanratu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKL Membandel di Kota Sukabumi Ditertibkan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pkl-membandel-di-kota-sukabumi-ditertibkan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pkl-membandel-di-kota-sukabumi-ditertibkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 14:47:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Satpol PP]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Penertiban PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Ruas Jalan Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=36162</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pkl-membandel-di-kota-sukabumi-ditertibkan/" title="PKL Membandel di Kota Sukabumi Ditertibkan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, November ini kembali  melakukan penertiban terhadap para Pedagang Kaki Lima PKL yang berjualan dibeberapa ruas jalan di Kota Sukabumi.</p>
<p>Diantara ruas jalan yang menjadi sasaran petugas gabungan tersebut antaralain, seperti Jalan Ahmad Yani, R.E. Martadinata, termasuk di kawasan Alun-alun dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi.</p>
<p>Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Ayi Jamiat menerangkan, dalam penertiban tersebut pihaknya sempat menyita sekitar 34 tabung gas yang digunakan oleh para PKL untuk berjualan.</p>
<p>Hal ini menurutnya dilakukan untuk memberikan efek jera. Karena sebelumnya para pedagang telah diperingatkan agar tidak berjualan ditempat yang dilarang sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.</p>
<p>&#8220;Yang kami tertibkan seperti PKL roda dorong yang ada di Alun – alun, Lapang Merdeka, depan Gedung Juang, Ahmad Yani dan R.E Martadinata. Kami mengambil tabung gas mereka karena membandel,&#8221; terang Ayi Jamiat kepada wartawan.</p>
<p>Ayi menjelskan, tabung gas yang disita tersebut telah dikembalikan kepada para PKL pada saat pengambilan di Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi memberikan edukasi kepada para PKL agar menaati peraturan.</p>
<p>&#8220;Ya, sudah kami kembalikan setelah tiga hari. Tapi pada saat pengambilan kami berikan edukasi supaya mereka tidak berjualan di tempat yang dilarang sesuai Perda,&#8221; singkatnya.**</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pkl-membandel-di-kota-sukabumi-ditertibkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penertiban Lapak PKL Dipantau Langsung Wali Kota Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/penertiban-lapak-pkl-dipantau-langsung-wali-kota-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/penertiban-lapak-pkl-dipantau-langsung-wali-kota-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 13:33:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ciwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Yulisus Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Penertiban PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=34022</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/penertiban-lapak-pkl-dipantau-langsung-wali-kota-sukabumi/" title="Penertiban Lapak PKL Dipantau Langsung Wali Kota Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya untuk melakukan penertiban ruas jalan Ciwangi dan jalan Yulius Usman, dari para pedagang kaki lima (PKL) berjalan kondusif, Kamis (24/08/2023).</p>
<p>Proses penertiban langsung dipantau oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang didampingi Sekda Dida Sembada, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Andri Firmansyah, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Ayi Jamiat serta Kepala Dishub Imran Wahardani.</p>
<p>Penertiban lapak PKL di dua ruas jalan Pasar tersebut dilakukan oleh petugas gabungan dari Pemkot Sukabumi dan dibantu oleh aparat keamanan lainnya.</p>
<figure id="attachment_34024" aria-describedby="caption-attachment-34024" style="width: 1038px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-34024" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-24-at-20.10.54-e1692883769598-200x112.jpeg" alt="" width="1038" height="581" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-24-at-20.10.54-e1692883769598-200x112.jpeg?v=1692883744 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-24-at-20.10.54-e1692883769598-640x358.jpeg?v=1692883744 640w" sizes="(max-width: 1038px) 100vw, 1038px" /><figcaption id="caption-attachment-34024" class="wp-caption-text">Alat berat digunakan di lokasi untuk membersihkan puing-puing | ist</figcaption></figure>
<p>&#8221;Kami melakukan penertiban ruas Jalan Ciwangi dan Yulius Usman, sebagaimana telah diinformasikan kepada para pedagang sebelumnya diruas jalan ini Ciwangi dan Yulius Usman sekitar sembilan tahunan tertutup dikarenakan dampak dari pembongkaran Pasar Pelita,&#8221; kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada wartawan.</p>
<p>Lanjut dia, pada waktu itu pedagang pindah ke sepanjang Jalan Ciwangi dan pada hari ini dilakukan normalisasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ruas jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaran angkutan umum dan warga masyarakat menikmati ruas Jalan Ciwangi sebagaimana sedia kala.</p>
<p>&#8220;Pedagang direlokasi ke Pasar Pelita sejak kemarin dan mereka sudab berbenah di Pasar Pelita. Terakhir wali kota memastikan penertiban tidak ada permasalahan dan semua berjalan kondusif,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Sebelum pembongkaran semua PKL kami ajak ngobrol dulu dan pedagang semua kooperatif. Ya ini kan demi kenyamanan bersama kedepannya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/penertiban-lapak-pkl-dipantau-langsung-wali-kota-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemping Pramuka di Kecamatan Nagrak, Momentum Bagi PKL</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kemping-pramuka-di-kecamatan-nagrak-momentum-bagi-pkl/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kemping-pramuka-di-kecamatan-nagrak-momentum-bagi-pkl/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2022 15:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemping Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum Cari Rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=21851</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kemping-pramuka-di-kecamatan-nagrak-momentum-bagi-pkl/" title="Kemping Pramuka di Kecamatan Nagrak, Momentum Bagi PKL" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, sambut baik kegiatan Kemping Pramuka di lapang sepak bola Desa Girijaya dalam waktu dekat ini.</p>
<p>Rencana kegiatan kemping Pramuka untuk setingkat Sekolah Dasar (SD) sewilayah Kecamatan Nagrak, rencananya akan digelar pada tanggal 12 sampai tanggal 15 Agustus mendatang. Dan lokasinya akan terpusat di lapangan sepak bola Desa Girijaya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, masih ada kegiatan sekolah lagi yang diikuti oleh ratusan siswa sekolah dilapang ini,&#8221; ungkap, Andi salah satu pedagang Bakso keliling, Sabtu (6/8/22).</p>
<p>Lanjut Andi, kemaren kita bisa merasakan rezeki dari kegiatan samenan di beberapa sekolah. Sekarang disambung lagi dengan kegiatan Pramuka. Tentu saja kegiatan Kemping merupakan momentum bagi para pedagang.</p>
<p>&#8220;Kalau ada kegiatan sekolah, apalagi melibatkan siswa se Kecamatan Nagrak, pasti akan banyak pedagang yang berjualan dilokasi ini. Makanya saya dari jauh-jauh hari sudah mulai berjualan disini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Andi berharap, agar kegiatan nanti bisa berjalan dengan baik dengan didukung cuaca yang cerah.</p>
<p>&#8220;Ya, suka kasihan juga kalau cuacanya tidak mendukung, misalnya kalau hujan, anak-anak pasti kedinginan kalau kemping disini. Dan pasti dampaknya bagi para pedagang akan sepi pembeli,&#8221; sambungnya seraya tersenyum.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kemping-pramuka-di-kecamatan-nagrak-momentum-bagi-pkl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Perang Rusia vs Ukraina dan Pengurangan Karyawan Pabrik PKL Musiman Sebut, Sepi Pembeli</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dampak-perang-rusia-vs-ukraina-dan-pengurangan-karyawan-pabrik-pkl-musiman-sebut-sepi-pembeli/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dampak-perang-rusia-vs-ukraina-dan-pengurangan-karyawan-pabrik-pkl-musiman-sebut-sepi-pembeli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 10:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Perusahaan Pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurangan Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[PKL Musiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=21451</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dampak-perang-rusia-vs-ukraina-dan-pengurangan-karyawan-pabrik-pkl-musiman-sebut-sepi-pembeli/" title="Dampak Perang Rusia vs Ukraina dan Pengurangan Karyawan Pabrik PKL Musiman Sebut, Sepi Pembeli" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> | Beginilah kondisi Pedagang Kaki Lima (PKL) Musiman yang mengais rezeki disalah satu perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Dengan memanfaatkan ruang area parkir, sejumlah PKL Musiman diberikan waktu tiga hari untuk mengais rezeki di kawasan Industri tersebut pada setiap bulannya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat toleransi dari pihak perusahaan, kami bisa mengais rezeki di sini,&#8221; ungkap Candra, salah satu pedagang Sandal yang biasa mangkal tiap bulan kepada Lingkarpena.id, Selasa (26/07/2022) di area perusahaan.</p>
<p>Lanjutnya, kegiatan PKL yang berjualan di sini sudah ada sejak pertama kali perusahan garmen berdiri dan buka di wilayah Cibadak.</p>
<p>&#8220;Dari dulu sejak pertama kali perusahaan ini di buka kami berjualan di pabrik ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Candra menambahkan, untuk kondisi saat ini berjualan tidak semanis waktu pertama kali di buka. Daya beli dari para karyawan sangat jauh berkurang, sehingga kami hanya bisa untuk bertahan hidup dan tak bisa untuk mengembangkan usaha.</p>
<p>&#8220;Sepi pembeli. Jadi susah untuk menambah penghasilan, mungkin ini dampak dari pengurangan karyawan di perusahaan dan dampak perang Ukraina dan Rusia juga. Soalnya kan hasil dari pabrik ini di infor ke luar negeri,&#8221; timpal Yanto, pedagang kosmetik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dampak-perang-rusia-vs-ukraina-dan-pengurangan-karyawan-pabrik-pkl-musiman-sebut-sepi-pembeli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Sukabumi, Genjot dan Hidupkan Aktivitas Perdagangan di Pasar Pelita</title>
		<link>https://lingkarpena.id/wali-kota-sukabumi-genjot-dan-hidupkan-aktivitas-perdagangan-di-pasar-pelita/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/wali-kota-sukabumi-genjot-dan-hidupkan-aktivitas-perdagangan-di-pasar-pelita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2022 14:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Pelita Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Penertiban Para PKL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=21251</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/wali-kota-sukabumi-genjot-dan-hidupkan-aktivitas-perdagangan-di-pasar-pelita/" title="Wali Kota Sukabumi, Genjot dan Hidupkan Aktivitas Perdagangan di Pasar Pelita" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> | Pemerintah daerah Kota Sukabumi terus berupaya menggenjot dan menghidupkan aktivitas perdagangan di dalam Pasar Pelita, Kota Sukabumi.</p>
<p>Upaya tersebut salah satunya dengan kembali melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL0 yang masih berjualan di luar Pasar Pelita. Seperti dibeberapa ruas jalan lainnya agar mereka kembali berjualan masuk ke dalam pasar. Langkah tersebut langsung dipantau Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang mengunjungi Pasar Pelita Kota Sukabumi, Kamis (21/7/2022).</p>
<p>Dalam pantauan tersesbut, turut dihadiri Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, Kodim 0607 Kota Sukabumi yang diwakili Danramil Cikole Kapten Inf Ahmad Samas dan unsur terkait lainnya.</p>
<p>&#8221;Sebagaimana hasil rapat Forkopimda Kota Sukabumi beberapa waktu lalu, hari ini disepakati akan kembali melaksanakan penertiban dengan melibatkan unsur Polri dan TNI. Ya Pemda terlibat aktif dalam penertiban termasuk PT KAI,&#8221; kata Fahmi dikutip dari laman resmi kdp.Sukabumikota.go.id.</p>
<p>Diharapkan sambung Fahmi, dengan penertiban kedua kalinya para PKL ini mampu semakin menghidupkan perdagangan dan perekonomian di dalam Pasar Pelita yang sudah terbangun.</p>
<p>&#8221;Penertiban akan terus dilakukan meskipun dengan jumlah personel makin berkurang nanti, bisa sebulan atau dua bulan akan terus dilakukan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Fahmi mengimbau kepada PKL khususnya yang masih berdagang di luar mari sama-sama masuk ke dalam pasar. Sebab kini dengan berbagai skema dan solusi telah diberikan oleh pengembang dan pedagang tinggal masuk ke dalam Pasar Pelita.</p>
<p>&#8221;Jangan terprovokasi ajakan dari pihak tidak bertanggungjawab untuk berdagang diluar, karena hal tersebut pemerintah bersama aparat dengan tegas melarang ruas jalan yang ada digunakan PKL untuk berjualan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/wali-kota-sukabumi-genjot-dan-hidupkan-aktivitas-perdagangan-di-pasar-pelita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKL Cibadak Perbaiki Kendaraan Tempur Siap Mengais Rupiah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pkl-cibadak-perbaiki-kendaraan-tempur-siap-mengais-rupiah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pkl-cibadak-perbaiki-kendaraan-tempur-siap-mengais-rupiah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 08:08:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Kendaraan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=20249</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pkl-cibadak-perbaiki-kendaraan-tempur-siap-mengais-rupiah/" title="PKL Cibadak Perbaiki Kendaraan Tempur Siap Mengais Rupiah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat memperbaiki kendaraan roda empat yang digunakan sebagai alat tranportasi usaha ke sejumlah wilayah di Sukabumi.</p>
<p>Dampak pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan oleh semua pihak, termasuk para PKL yang mengadu nasib mencari rezeki dengan cara berdagang.</p>
<p>&#8220;Kendaraan tempur ini, sebagai alat tranportasi kami dalam mencari sesuap nasi di berbagai wilayah di Sukabumi,&#8221; ungkap, Peri (32) yang tinggal di Kampung Bojong Talang RT 02/05, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Lanjutnya, demi bertahan hidup, kendaraan keluaran tahun 2000 ini digunakan untuk alat membawa barang dagangan keberbagai pelosok kampung setiap harinya.</p>
<p>&#8220;Tampa kendaraan ini, kami bingung harus kemana. Jadi ini untuk memasarkan dagangan. Dan juga biaya pengeluran pasti membengkak, karna harus mengunakan jasa tranportasi umum kalau hendak berjualan di suatu tempat, seperti pergi ke jalur Lingkar Selatan Sukabumi setiap hari Minggu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Saat ini, kata dia, walaupun sudah ada kelonggaran ppkm oleh Pemerintah tampa ada penyekatan dan pembatasan lagi. Namun tetap saja dampaknya masih sangat terasa oleh para PKL karna daya beli masyarakat yang masih rendah. Sehingga sulit bagi PKL untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat ini.</p>
<p>&#8220;Pendapatan saat ini masih belum bisa<br />
mencukupi buat kelurga. Ya jangankan buat kerumah buat beli BBM saja sudah kadang kesulitan. Makanya, setiap pulang berdagang kami selalu memeriksa kendaraan terlebih dahulu, takut kalau ada kerusakan pada kendaraan tempur ini,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pkl-cibadak-perbaiki-kendaraan-tempur-siap-mengais-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koramil 0622-11 Sagaranten Kawal Penyaluran BST Migor untuk PKL dan Pedagang Asongan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/koramil-0622-11-sagaranten-kawal-penyaluran-bst-migor-untuk-pkl-dan-pedagang-asongan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/koramil-0622-11-sagaranten-kawal-penyaluran-bst-migor-untuk-pkl-dan-pedagang-asongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 May 2022 07:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0622-11 Sagaranten]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Asongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Penyaluran BST]]></category>
		<category><![CDATA[Termin Ketiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=19379</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/koramil-0622-11-sagaranten-kawal-penyaluran-bst-migor-untuk-pkl-dan-pedagang-asongan/" title="Koramil 0622-11 Sagaranten Kawal Penyaluran BST Migor untuk PKL dan Pedagang Asongan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Komando Rayon Militer (Koramil) 0622-11 Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi kawal penyaluran Bantuan Sosial Tunai Minyak Goreng (BST Migor) untuk termin ketiga sebesar Rp300 ribu rupiah, Sabtu 21 Mei 2022.</p>
<p>Penerima manfaat merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang asongan di wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Menurut Danramil Sagaranten 0622-11 Kapten Inf Enjang mengatakan, bantuan sebesar Rp300 ribu merupakan amanat Panglima Tentara Republik Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa.</p>
<p>Bantuan Sosial Tunai merupakan tahapan yang ketiga kalinya dengan total jumlah penerima manfaat 1.300 orang PKL dan pedagang Asongan.</p>
<p>&#8220;Di wilayah V Kecamatan Sagaranten penyaluran BST dilakukan di empat titik. Sudah disalurkan sebanyak 480 orang. Dan untuk Kecamatan Cidolog, Curugkembar dan Cidadap, hari ini disalurkan,&#8221; kata Enjang kepada Lingkarpena.id, Sabtu (21/5/22).</p>
<p>Selain itu sambung dia, semoga dengan adanya bantuan ini, para PKL dan pedagang Asongan bisa bermanfaat serta dapat membantu untuk tambahan permodalan.</p>
<p>&#8220;Program BST inindiharapkan bisa menambah permodalan dari hasil penjualan para pedagang,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/koramil-0622-11-sagaranten-kawal-penyaluran-bst-migor-untuk-pkl-dan-pedagang-asongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curhat Pedagang Terminal Palabuhanratu Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/curhat-pedagang-terminal-palabuhanratu-sukabumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Samsun Ramlie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 11:21:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Kios]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Pungutan]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Palabuhanratu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=2254</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/curhat-pedagang-terminal-palabuhanratu-sukabumi/" title="Curhat Pedagang Terminal Palabuhanratu Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Pedagang di sekitar terminal tipe B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan menurunnya penghasilan atau omset penjualan sehari-hari. Hal itu akibat sepinya penumpang di terminal imbas pandemi Covid-19.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Di sisi lain, para pedagang harus membayar sewa bulanan atau harian kepada pengelola terminal dengan harga yang bervariatif, tergantung bentuk serta luas bangunan yang ditempati.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Kalau sebelum covid penghasilan saya bisa mencapai Rp1 juta sehari bahkan lebih, tetapi sekarang cuma dapat Rp300 ribu sehari, itu pun dihitung berikut modal,&#8221; ungkap salah seorang pedagang teminal yang enggan menyebutkan nama.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Pengusaha Sebut Bantuan Modal UMKM Butuh Intervensi Pemasaran" href="https://lingkarpena.id/2020/09/22/pengusaha-sebut-bantuan-modal-umkm-butuh-intervensi-pemasaran/">Pengusaha Sebut Bantuan Modal UMKM Butuh Intervensi Pemasaran</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Sepi Pembeli, Pedagang Terminal Lembursitu Menjerit" href="https://lingkarpena.id/2020/10/08/sepi-pembeli-pedagang-terminal-lembursitu-menjerit/">Sepi Pembeli, Pedagang Terminal Lembursitu Menjerit</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Ia mengaku sudah berjualan di terminal lebih dari tujuh tahun, namun saat ini omsetnya malah turun drastis semenjak pandemi Covid-19.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Padahal saya punya tanggungan keluarga yang cukup besar, termasuk anak yang masih kuliah walaupun masih belajar daring di rumah,&#8221; imbuhnya.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Pedagang lainnya berinisial J mengaku, untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dirinya hanya mengandalkan penghasilan dari usaha dagang di terminal.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Usaha saya ini cuma dagang di terminal, tidak memiliki usaha yang lain. Jadi walaupun sepi pembeli, saya tidak punya pilihan selain bertahan berjualan di sini,&#8221; terangnya.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Usaha Simpan Pinjam BUMDes Cimanggu Lesu" href="https://lingkarpena.id/2020/10/12/usaha-simpan-pinjam-bumdes-cimanggu-lesu/">Usaha Simpan Pinjam BUMDes Cimanggu Lesu</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;"><strong>Baca juga: <a title="Ikan Cupang, Alternatif Usaha di Tengah Pandemi Covid-19" href="https://lingkarpena.id/2020/10/10/ikan-cupang-alternatif-usaha-di-tengah-pandemi-covid-19/">Ikan Cupang, Alternatif Usaha di Tengah Pandemi Covid-19</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">Ia mewakili pedagang lainnya berharap, pandemi Covid-1</span><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif;">9 ini segera berakhir, agar usahanya dapat berjalan seperti sedia kala.</span></p>
<p><span style="font-family: 'book antiqua', palatino, serif; font-size: 16px;">&#8220;Mudah-mudahan virus Corona ini segera berakhir, sehingga aktifitas di terminal ini normal lagi seperti sediakala. Tentunya barang dagangan pun bisa dijual seperti dulu,&#8221; pungkasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 14px;">Reporter : Wafik Hidayat</span><br />
<span style="font-size: 14px;">Redaktur : Garis Nurbogarullah</span></p>
<div class="gmr-video-responsive">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CGgZYdMBkHa/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CGgZYdMBkHa/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p></a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CGgZYdMBkHa/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by lingkarpena (@lingkar_penaid)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
