Tak Kantongi Izin, Pemkot Sukabumi Akan Hentikan Aktifitas Pengerukan Tanah di Lahan Milik Eks ASN

Pihak Pemkot Sukabumi saat meninjau llokasi galian tanah di daerah Gunungpuyuh.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) akan memberhentikan aktifitas pengerukan tanah ilegal, dalam waktu dekat.

Diketahui pengerukan tanah yang menuai protes warga tersebut tepatnya di Jalan KH Ahmad Sanusi, RT 02/12, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi.

Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat kepada pemilik lahan yang didalamnya menyarankan agar aktifitas pengerukan tanah itu dihentikan. Terlebih ketinggian tebing itu sekitar 10 meter dan juga terdapat sebuah tower BTS.

Baca juga:  Masuki Masa Purna Bhakti, Kang Fahmi Melepas 18 ASN di Lingkup Pemkot Sukabumi
Kondisi lahan yang dijadikan aktifitas pengerukan saat ini.| istimewa

“Iya, kita hari Senin nanti mau mengirimkan surat ke si pemilik lahan, dan menyarankan untuk penghentian dulu pekerjaannya itu. Iya, saat ini kondisi musim penghujan. Jelas sangat riskan sekali,” Sony kepada Lingkarpena.id, Sabtu (2/12/2023).

Sony juga menambahkan pihaknya juga menyarankan kepada pemilik lahan untuk menempuh perizinan dan juga menyarankan agar area lahan yang dikeruk itu tidak berdampak terhadap fasilitas umum yang sudah ada.

Baca juga:  Geng Motor Celurit Dua Anggota Pemuda Pancasila di Sukabumi, Korban Kritis

“Iya, kami hanya bisa menyarankan saja, karena perizinan terkait itu ke DPMPTSP Kota Sukabumi. Kalau kami hanya memberikan rekomendasi terkait dengan hal tehnik saja,” pungkasnya.

Pos terkait