Timbunan Longsor di Ruas Jalan Jampangtengah – Lengkong Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan

FOTO: Kondisi ruas jalan Provinsi di Jampangtengah-Lengkong saat ini.| Istimewa

LINGKAPENA.ID | Ruas Jalan Raya Provinsi Jampangtengah – Lengkong, yang sempat tertimbun material longsor pada Sabtu, ( 29/6/2024 ), akhirnya bisa dilintasi kembali kendaraan roda dua dan roda empat.

Camat Jampangtengah, Chaerul Ichwan, membenarkan kondisi itu. menurutnya, ruas Jalan Raya Jampangtengah – Lengkong yang tertimbun material longsor di Kampung Cikaler, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi itu, kini bisa dilalui kendaraan.

“Berkat kerjasama dan gotong royong bersama petugas gabungan, akhirnya ruas jalan raya provinsi itu, sudah bisa kembali dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat sejak Senin (01/07) dini hari, tepatnya sekira pukul 02.00 WIB,” kata Chaerul kepada awak media , pada Senin (01/07).

Baca juga:  Jalan Provinsi Rusak, Puluhan Emak-emak di Sukabumi Ancam Tak Pilih Lagi Ridwan Kamil

Lebih lanjut kata Chaerul, ruas Jalan yang tertimbun longsor ini, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Dan katanya, tebing di atas badan jalan tersebut kondisinya labil. Sehingga saat diguyur hujan deras, tebingnya langsung longsor dan menimbun badan jalan.

Saat ini petugas gabungan masih berada dilokasi bencana untuk membersihkan material longsoran yang berada disepanjang Pingtan jalan. Kendati demikian jalan dinyatakan aman untuk dilalui.

“Iya, petugas masih bersih-bersih di lapangan sekaligus memantau kondisi tanahnya. Mengingat kondisi hujan masih terus berlangsung dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa barat, Andi Nugroho, ST mengatakan, pasca bencana tanah longsor Ruas Jalan Jampangtengah – Kiaradua Kilometer 142+900 yang disebabkan retakan tebing yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga:  Warga Tionghoa Ditemukan Tewas Gantung Diri di PCP Kota Sukabumi

“Itu mengakibatkan tanah longsor yang menutupi jalan sepanjang 70 meter dengan ketinggian longsoran 2,50 meter dan lebar 10 meter,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor ini, hanya saja menyebkan lalu lintas terhambat. “Alhamdulillah penanganan longsoran sudah bisa diselesaiakan dengan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Pasca bencana tersebut, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, telah menurunkan personil unit reaksi cepat (URC) Tim UPTD 2 KSPPJ2 dan alat berat loader. Selain itu, juga menerjunkan bacholoader serta lima unit dump truck.

Baca juga:  Pesepeda di Tegalbuleud Meninggal Dunia Setelah Dihantam Carry Futura

“Dengan kesigapan tim, Alhamdulillah evakuasi membuka jalur lalu lintas sudah dapat melalui kembali, walau dengan buka tutup,” ujarnya.

“Kami harapkan pengguna lalu lintas tetap berhati-hati, dikarenakan area tersebut masih agak licin dan kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah membantu, sehingga akses yang tertimbun longsor sudah bisa dibuka kembali,” pungkasnya.

Pos terkait