LINGKARPENA.ID | Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu layanan dan tata kelola rumah sakit, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor melakukan kegiatan studi banding ke RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi, Selasa, 1 Juli 2025.
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Supriyanto, M.H.Kes.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antarfasilitas kesehatan dalam mendukung peningkatan mutu kualitas pelayanan untuk khalayak publik.
“Studi banding ini bertujuan untuk menggali informasi serta berbagi pengalaman mengenai peningkatan tata kelola pada Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) Non Medis serta pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS),” ujar dr. Supriyanto.
Kemudian pada acara sesi materi yang disampaikan oleh Rizal Laksana, M.Kom., memberikan gambaran menyeluruh terkait implementasi dan inovasi sistem manajemen rumah sakit di RSUD R. Syamsudin, S.H.
Diskusi interaktif juga berlangsung hangat bersama para narasumber internal, yakni dr. Syaflinda Rosa, M.Kes., Aden Hari Sadeli, S.Kep.Ners., M.M., dan Sutisna, yang turut membagikan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan sarana, prasarana, serta teknologi informasi.
Adapun peserta studi banding dari RSUD Kota Bogor meliputi jajaran pimpinan dan staf dari berbagai bidang terkait, diantaranya:
- Okta Muhamad Ikhsan, S.H. (Kepala Bagian Umum dan Hukum)
- Lukmanul Hakim, S.T., M.A. (Ketua Tim Umum dan Rumah Tangga)
- Taufik Rahmat, S.Sos., M.E. (Ketua Tim Hukum)
- Asep Firdaus, S.T., M.Si. (Ketua Tim SIMRS)
- Nanda Nashiha Ihsani, S.Pd., M.T. (Kepala IPSRS Non Medis)
- Raden Agra Nugraha (Kepala Urusan Pemeliharaan Prasarana)
- Thesa Pradini, S.H. (Kepala Urusan Produk dan Bantuan Hukum)
- Sri Mulyani (Staf)
Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta sinergi antar lembaga rumah sakit dalam hal pengelolaan fasilitas penunjang non medis dan pemanfaatan sistem informasi manajemen secara optimal.
“Bersama kita tumbuh, bersama kita belajar untuk berkembang lebih baik,” menjadi semangat utama dari kegiatan studi banding ini, yang bukan hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga memperkuat jaringan antarinstansi kesehatan demi pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat.**






